Persib Vs Persija, Final Ideal Di Piala Menpora 2021

Pemain Persib saat rayakan gol Ezra Walian (kanan). (Dok/ligaindonesiabaru.com)

 

HALO SPORT – Duel dua tim terbaik setelah Persib Bandung memastikan ke final Piala Menpora 2021 untuk menghadapi Persija Jakarta. Persib harus bekerja ekstrakeras sebelum menghentikan perlawanan PS Sleman. Sedangkan Persija habis-habisan bertarung menghadapi PSM Makassar.

Keberuntungan menaungi Persib dan Persija saat menyingkirkan rivalnya. Persib sempat kemasukan lebih dulu lewat gol Saddam Gaffar dalam duel semifinal kedua di Stadion Manahan, Solo, Senin (19/4/2021). Saddam pula yang membobol gawang Persib pada pertemuan pertama di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Namun Persib selalu bisa lolos dari sambaran Elang Jawa. Pada laga pertama, Maung Bandung mampu mengejar ketinggalan dan membalikkan keadaan untuk menang 2-1.

Kemenangan itu menjadi modal berharga Persib saat melakoni semifinal kedua. Hanya, tim asuhan Robert Rene Alberts sempat waswas. Bagaimana tidak, PSS yang kehilangan seorang pemain setelah Fabiano Beltrame dikartu merah mampu unggul lebih dulu.

Bila menang 1-0, laga bakal diselesaikan adu penalti. Beruntung ada Ezra Walian yang menyelamatkan Persib. Gol yang tercipta saat laga tersisa enam menit mengubah skor menjadi 1-1 dan bertahan sampai peluit akhir. Persib pun lolos ke final menghadapi Persija.

Persija sendiri melaju ke final setelah menyingkirkan PSM Makassar. Pada laga pertama, Persija bermain imbang 0-0. Sedangkan di semifinal kedua, Macan Kemayoran mengalahkan Juku Eja lewat adu penalti 4-3.

Duel final pertama digelar di Stadion Maguwoharjo, Kamis (22/4/2021). Selanjutnya, final kedua dilaksanakan di Stadion Manahan, Minggu (25/4/2021).

Apa pun, Persib dan Persija cukup pantas bertarung di laga puncak turnamen pramusim ini. Tidak berlebihan pula bila dikatakan final ideal. Duel yang mempertemukan rival bebuyutan dua tim besar.

Bahkan perseteruan mereka sudah terbangun sejak era Perserikatan. Seperti laga besar yang melibatkan raksasa Perserikatan, PSIS Semarang, Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura ataupun PSMS Medan. Begitu pula laga Persib dan Persija selalu mempertaruhkan gengsi dan prestise.

Rivalitas Persija dan Persib berlanjut saat kompetisi Galatama dan Perserikatan dilebur. Mereka pun menjadi salah satu dari sedikit tim yang pernah memenangi Perserikatan dan liga profesional.

Perseteruan dua tim tersebut pun melibatkan deretan pemain papan atas. Ini menjadikan duel itu menghadirkan tim mumpuni. Laga berkelas sehingga disebut sebagai el Clasico. Ada pula yang menyebut duel macan dan maung ini sebagai Derby d’Indonesia karena menampilkan dua tim dengan pemain berkualitas di setiap lini dan bahkan posisi.

Duel besar yang kerap berbalut emosi tinggi yang kemudian menjadikan suporter Persija, Jakmania dan pendukung Persib, Bobotoh, turut berseteru.
Magis dari sepak bola dengan fanatisme suporter menjadikan laga itu kerap diwarnai aksi tak sportif pendukung masing-masing. Hal yang berusaha dieliminir. Termasuk upaya mendamaikan suporter.

“Saya senang kami masuk final. Ini target kami. Target kami berikutnya juara Piala Menpora. Melawan Persib merupakan El Clasico di Indonesia. Ini pertama kali untuk saya. Saya suka pertandingan besar, bertemu tim besar,” kata pemain Persija Marc Klok.

Duel final di Piala Menpora 2021 memang tak dihadiri suporter kedua tim karena laga tetap tidak dihadiri penonton. Protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat di pertandingan dan salah satu syarat yang harus dipenuhi tak lain tanpa penonton. Namun final tetap bakal menyajikan performa ciamik dari Persija dan Persib dengan pemain maupun tim berkualitas.

Persija Terbentuk Lama

Persija yang ditangani pelatih lokal, Sudirman, menunjukkan sebagai tim yang tak hanya mengandalkan individu tetapi juga organisasi permainan yang apik. Ini bisa tercipta karena tim sudah terbentuk lama. Tak heran bila Rohit Chand, Riko Simanjuntak, Novri Setiawan, Marko Simic dan kiper andalan Andritany Ardhiyasa mampu bermain sebagai tim dengan sangat baik.

Tim dilengkapi dengan Osvaldo Haay, Marco Motta, Klok sampai pemain anyar Yan Motta Pinto yang langsung nyetel dengan Macan Kemayoran. Tak heran bila juara Liga 1 2018 ini tetap menjadi unggulan di turnamen pramusim ini.

Pergantian pelatih dinilai tak mempengaruhi kekuatan tim. Apalagi, Sudirman, sebelumnya berstatus asisten pelatih Persija. Tak sulit bagi eks kapten tim nasional era 1990-an ini menangani Macan Kemayoran.

Tak berbeda dengan skuad Persib yang sangat komplet di setiap lini. Tim juga ditangani pelatih Robert Rene Alberts yang sudah menunjukkan kinerjanya dengan membawa Arema FC menjadi juara liga 2010. Pelatih asal Belanda ini juga pernah mengantarkan PSM Makassar menjadi runner up Liga 2018.

Alberts tak melakukan banyak perubahan pada tim yang sempat menduduki puncak klasemen Liga 1 2019-20 yang kemudian dihentikan karena pandemi Covid-19. Di kompetisi itu, Persib meraih poin sempurna selama tiga pertandingan pertama sebelum liga dihapuskan.

Tim Persib yang sudah terbentuk pun tetap solid meski ditinggalkan Kim Jeffrey Kurniawan dan Fabiano Beltrame yang pindah ke PSS. Alberts kemudian memboyong pemain naturalisasi Ezra Walian yang menambah daya gedor Persib. Walian pula yang mencetak gol pada semifinal kedua sehingga Persib lolos dari kekalahan dan bermain imbang 1-1 melawan PSS. Hasil itu mengantarkan juara Liga 1 2014 ini ke final.

Paling Produktif

Di turnamen Piala Menpora 2021, Persib juga menjadi tim paling produktif. Tim selalu membobol gawang lawan di setiap pertandingan. Persib, total, sudah mengemas 12 gol.

“Sepak bola adalah bagaimana mencetak gol lebih banyak dari tim lawan. Jika kamu menang 2-1 kamu menang, jika menang 3-2 juga menang. Yang paling penting adalah memenangkan pertandingan dan kami akan berusaha melanjutkan apa yang kami lakukan di turnamen ini,” kata Alberts.

Bukan hal mengejutkan bila Persib mengukuhkan sebagai tim dengan produktivitas gol tertinggi dan mampu mencapai final. Mereka tidak hanya solid di depan tetapi juga tengah dengan adanya Febri Hariyadi dan Beckham Putra Nugraha.

Di belakang sudah pasti ada bek senior sekaligus kapten Supardi, Dia bahu-membahu dengan pemain naturalisasi Victor Igbonefo dan Nick Kuipers. Sementara di bawah mistar berdiri kiper veteran I Made Wirawan.

Dengan komposisi pemain yang ciamik di setiap lini dari Persib dan Persija, duel final Piala Menpora 2012 diharapkan menjadi klimaks. Ini sepenuhnya sebagai kulminasi pertarungan setelah penggemar sepak bola nasional kehilangan hiburan karena dihentikannya kompetisi selama satu tahun karena pandemi.

“Persiapan kami untuk melawan Persib sudah berjalan dengan baik. Kami sudah lakukan evaluasi Persib. Saya berharap bisa memanfaatkan kekurangannya,” ujar Sudirman.

So, duel ini memang layak disemati final ideal. Penonton atau khususnya suporter yang tidak bisa datang ke stadion pun bakal dipuaskan karena menyaksikan laga klasik dua kali yang ditayangkan secara langsung melalui televisi. Mereka tetap harus #DukungDariRumah.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.