in

Persiapan Pilwakot 2020, KPU Kota Semarang Terima Dana Hibah Rp 71,9 Miliar dan Bawaslu Rp 12,129 Miliar

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan perwakilan Komisioner Bawaslu Kota Semarang, Oky Pitoyo menandatangani NPHD di ruang VIP Wali Kota Semarang, Rabu (25/9/2019).

 

HALO SEMARANG – Kota Semarang menjadi salah satu dari 21 daerah se-Jawa Tengah yang akan menggelar Pilkada serentak tahun 2020.

Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2020 akan menerima anggaran dana hibah dari Pemkot Semarang sebesar Rp 71,9 miliar dari pengajuan sebesar Rp 75 miliar.

Sedangkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan menerima sebesar Rp 12,129 miliar, dari pengajuan awal sebesar Rp 14 miliar. Besaran anggaran dana hibah tersebut diketahui dalam acara penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) KPU dan Bawaslu di ruang VIP Wali Kota Semarang, Kompleks Balai Kota, Jalan Pemuda, Rabu (25/9/2019).

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, setelah penandatanganan NPDH ini, akan dilanjutkan dengan tahapan sosialisasi pencalonan perseorangan, perekrutan badan Ad hoc, dan penyelenggaraan Pilkada 2020. Tahapan pendaftaran calon perseorangan sendiri akan dimulai Desember 2019 sampai Maret 2020.

“Kalau ada calon perseorangan atau independen yang akan maju di Pilwakot 2020, monggo mendaftarkan ke KPU kami fasilitasi. Sedangkan untuk pendaftaran calon dari partai pada Mei 2020. Hal ini sesuai dengan tahapan PKPU Nomor 15 tahun 2019 yang sudah turun,” katanya, usai penanda tanganan NPHD, Rabu (25/9/2019).

Anggaran yang ada tersebut, lanjut Nanda, sapaan akrab Henry Casandra Gultom, memang disesuaikan dengan rencana anggaran biaya (RAB) dari tahapan Pilkada serentak 2020. Di antaranya untuk sosialisasi, pemutakhiran jumlah pemilih (DPT), dan distribusi logistik. Dan dalam pelaksanaan Pilkada 2020 ini, adanya pembentukan badan Ad hoc yang sebelumnya tidak ada.

“Lalu akan ada pembuatan kotak suara yang baru di TPS-TPS, belum lagi jika ada sengketa,” terangnya.

Komisioner Bawaslu Kota Semarang, Oky Pitoyo mengatakan, setelah penandatanganan hibah ini Bawaslu akan segera merekrut Panwascam pada November 2019. Panwascam dibentuk mendahului pembentukan panitia pemungutan suara kecamatan (PPK) di tingkat kecamatan untuk mulai mengawasinya. Adapun jumlah Panwascam, ada 3 orang di setiap kecamatan.

“Satu ketua, dan dua anggota. Sedangkan untuk jumlah pengawas TPS dalam Pilkada 2020 ini akan bertambah menjadi 3.000 orang dari sebelumnya hanya 2.810 orang,” imbuhnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Pemkot Semarang berkomitmen dengan menganggarkan dana di APBD Kota Semarang untuk ikut menyukseskan penyelenggaraan Pilwakot 2020. Baik untuk penyelenggaraan Pilwakot 2020 untuk KPU maupun Bawaslu.

“Saya juga mengimbau kepada semua calon untuk mencari dukungan suara dan saling mendukung harus mementingkan nilai persatuan dan kesatuan. Sehingga ajang pesta demokrasi ini suasananya tetap kondusif,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.(HS)

Bantu Perbaiki Pos Polisi Rusak, Pengusaha Kota Semarang Ini Terima Penghargaan dari Kapolda Jateng

Bank Indonesia Gandeng ACT Jateng Distribusikan 304.000 Ribu Liter Air Bersih di Grobogan dan Blora