in

Persiapan 80 Persen, Atlet Dayung Jateng Ini Optimistis Tiga Besar di PON XX Papua

Ferdian Aji Saputro, atlet Cabang olahraga (Cabor) Dayung dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

 

HALO SEMARANG – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 akan digelar di Papua pada awal Oktober mendatang. Sejumlah persiapan atlet dari seluruh kontingen dimatangkan untuk meraih target dan hasil yang terbaik.

Seperti yang dijalani Ferdian Aji Saputro, atlet Cabang olahraga (Cabor) Dayung dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Persiapan matang betul ia lalui selama satu bulan jelang ajang olahraga nasional bergengsi digelar di Pusat Latihan Daerah (Pelatda), Bintoro, Kabupaten Demak.

“Sebenarnya di Pelatda bagi para atlet tiga bulan, tapi kali ini hanya satu bulan. Persiapan sudah 70 sampai 80 persen. Latihannya lebih intensif dan ketat lagi karena sudah mendekati lomba,” kata Aji saat berbincang dengan halosemarang.id melalui sambungan telepon usai latihan, Senin (6/9/2021).

Kendati demikian, persiapan sudah ia lakukan didampingi sang pelatih. Tiap harinya, ia giat mendayung di Kali Jajar Demak untuk mendapatkan catatan waktu terbaik.

“Sejumlah persiapan sudah kami lakukan jauh-jauh bulan sudah latihan intensif,” imbuh atlet kelahiran Demak 19 tahun silam itu.

Aji menceritakan, setelah menang dari Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2019, dan lolos seleksi Pra PON tingkat Jateng. Ia mendapatkan tiket untuk maju mewakili Jawa Tengah pada PON di Bumi Cendrawasih nanti.

Pandemi, lanjutnya, tidak lantas mempengaruhi latihan dan kondisi fisiknya. Dalam hal target, ia ingin memberikan yang terbaik dan memposisikan pada raihan catatan waktu seperti sebelumnya saat mengikuti Pra-PON.

“Kita berusaha mempertahankan target sebelumnya di Pra-PON kemarin dapat juara tiga, minimal itu atau mungkin bisa lebih,” tutur mahasiswa semester tiga Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ini.

Bersama enam rekannya mewakili Jateng, setiap harinya di Pelatda ia menjalani latihan tiga kali dengan sejumlah protokol kesehatan yang diterapkan.

“Ada enam atlet. Sehari tiga kali latihan, pagi siang dan sore di hari kerja Senin sampai Jumat, sementara Sabtu ada latihan hanya sampai siang,” ujar Aji yang menggeluti Cabor Dayung sejak tahun 2017.

Dukungan ia harapkan dari seluruh masyarakat di Jateng, termasuk perhatian dari pemerintah. Supaya dirinya bersama kontingen Jateng mengharumkan nama Jateng di kancah olahraga nasional.

“Saya mengambil PJKR itu juga membantu proses pembinaan mental serta karakter saat ini. Banyak juga yang mendukung baik dari kampus maupun teman-teman. Semoga hasilnya nanti bisa maksimal sehingga dapat membahagiakan orang tua serta warga Jawa Tengah,” ucap mantan atlet basket ini.(HS)

Share This

Mantan Teroris Kumpul di Karanganyar Bahas Masalah Ini

Tak Penuhi Syarat, Ribuan Calon Pengunjung Ditolak Masuk Museum Lawang Sewu