in

Perpustakaan Klaten Jadi Percontohan Nasional Pusat Informasi Sahabat Anak

Anak-anak melakukan kegiatan di Perpustakaan Dispersip Klaten (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), memilih Perpustakaan Dispersip Klaten, sebagai percontohan nasional pengelolaan program Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA).

Kabar itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Klaten, Kamis (17/11/22), Syahruna, terkait penunjukan Perpustakaan Dispersip Klaten sebagai percontohan Nasional.

“Kemarin kami diundang untuk menjadi pembicara di seminar nasional bersama Kementerian PPPA dan Perpusnas. Insyallah penilaiannya baik dan Perpustakaan Klaten menjadi percontohan Nasional, dalam pengelolaan program PISA. Kami hanya kurang ruang audio visual untuk pemutaran film,” kata Syahruna, seperti dirilis klatenkab.go.id.

Penunjukan tersebut tak lepas dari upaya Dispersip Klaten, untuk menjadikan perpustakaan yang dikelolanya sebagai tempat, yang tak hanya ramah, tetapi juga nyaman bagi anak.

Di sebalah timur gedung baca, terdapat taman bermain, yang dilengkapi dengan tempat perosotan, sampai ayunan yang sangat nyaman untuk balita. Ada pula area tempat duduk yang familier, dengan rumput hijau menghampar.

Tidak hanya itu. Ruang baca berkarpet merah, tertata rapi di antara meja kursi sofa memanjang bak di rumah sendiri.

Anak-anak yang berkunjung ke perpustakaan daerah di Jalan Lombok Nomor 2 Kanjengan Klaten, juga bisa menikmati mainan jungkat-jungkit berbentuk ikan.

Disediakan pula puluhan alat peraga edukasi yang lengkap, menambah pilihan bermain bagi anak-anak.

Langit-langit ruang baca pun dihias. Bintang dan kupu-kupu dari kertas, bergelantungan seperti terbang saat diterpa angin pendingin ruangan.

Penataan seperti itu membuat perpustakaan milik Pemkab Klaten ini tak pernah sepi pengunjung, bahkan sampai malam.

Pengunjung yang membutuhkan kudapan, juga dapat membeli di lapak- lapak kuliner, yang berjajar di depan perpustakaan.

Beragam makanan dan minuman disediakan, seperti wedang rempah yang menyehatkan, siomay, mie rebus, nasi goreng, soto, kopi ala barista sampai angkringan super murah untuk mereka yang berkantong cekak.

“Perpustakaan Klaten buka sampai jam 19.00 malam setiap Senin sampai Jumat. Khusus hari Sabtu petugas kami stand by sampai 12.00 WIB. Koleksi buku kami lengkap dan suasananya nyaman. Perpustakaan Klaten paling banyak para pelajar. Sering mereka belajar kelompok di sini, karena kami juga menfasilitasi wifi. Masjid tempat ibadah juga ada,” kata Syahruna.

Perpustakaan daerah yang dikelola Dispersip Klaten ini, juga melakukan beberapa terobosan untuk meningkatkan literasi baca masyarakat.

Ada program Jambu carlin yakni Pinjam Buku Secara On Line dan Bejanaku yakni layanan Bus Jemput Anak Sekolah Baca Buku.

Untuk mempermudah akses baca masyarakat, Dispersip Klaten telah menempuh digitalisasi koleksi bukunya sehingga mudah diakses lewat android. (HS-08)

Enam UMKM Rembang ikuti Future SMEs Village G20 di Bali

Tinjau Panen Padi IP 400, Bupati Klaten Ajak Tunjukkan Kemandirian Pangan