in

Pernah Lempari Mobil Jenazah Covid-19, Tujuh Pemuda Tobat dan Jadi Relawan Pemakaman

Foto : Klatenkab.go.id

 

HALO KLATEN – Sejumlah pemuda yang pernah melempari mobil jenazah pengangkut pasien Covid-19 di Klaten, kini bertobat dan tertarik menjadi relawan. Tujuh pemuda itu pun mengakui kesalahan dan insaf.

Pejabat Penanggung Jawab Pos Aju Gondangwinangun, Amin Mustofa, Jumat, (30/07) mengatakan ketujuh pemuda itu setelah diberikan pengarahan dan pembinaan, akhirnya mau mengakui kesalahannya.

“Kronologis kejadiannya terjadi Minggu dini hari pukul 02.00 WIB, (25/07) dialami petugas ketika sedang perjalanan mengambil jenazah di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Klaten. Ketika sampai di jalan Desa Pakahan, Jogonalan, Klaten, terjadi pelemparan kerikil pada mobil petugas. Kasus itu ditindaklanjuti aparat keamanan dan ketujuh pemuda itu dapat diketahui identitasnya. Mereka kemudian dimintai keterangan,” kata Amin Mustofa, sekaligus Kepala Dinas Kominfo Klaten, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Selanjutnya ketujuh pemuda itu diberi pembinaan dan dikenakan wajib lapor di Polsek Jogonalan.

“Jadi Pos aju itu dibentuk untuk percepatan penanganan jenazah covid 19 di Klaten. Di Klaten ada lima Pos Aju. Kemarin di Pos Aju Gondawinangun ditemukan kasus pelemparan mobil jenazah oleh sekelompok pemuda. Lalu petugas keamanan segera turun ke lapangan dan menemukan pelaku,” kata dia.

Bersama Forkompincam setempat, pihaknya kemudian melakukan pembinaan. Akhirnya mereka mau bertobat dan menyadari kesalahannya. Bahkan mereka malah menyatakan ingin menjadi relawan.

“Kabarnya terakhir, ketujuh pemuda itu menjadi relawan eksekutor pemakaman jenazah Covid-19 di desanya masing-masing. Kami mengimbau kepada semua masyarakat, mari membantu pemerintah menangani kasus Covid-19 ini. Mari para relawan kita bantu. Mereka telah bekerja tulus” kata dia. (HS-08)

Share This

Pembagian Oksigen Gratis “Diserbu” Masyarakat

Bantu PKL di Alun- Alun, ASN Klaten Salurkan 362 Paket Sembako