in

Pernah Jadi Tempat Pengasingan Tapol, Kamp Plantungan Jadi Lapas Pemuda Kelas IIB Kendal

Kakek Tunjung (75) saksi sejarah Kamp Plantungan.

 

HALO KENDAL – Kamp Plantungan di Kabuapten Kendal dulunya adalah kamp konsentrasi bagi para tahanan politik (tapol) wanita yang pernah terlibat dalam gerakan Partai Komunis Indonesia, yakni Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani).

Banyak yang menyebut Kamp Plantungan sebagai “Pulau Burunya” para Gerwani, karena memiliki kesamaan sebagaimana halnya Pulau Buru di Maluku.
Pada masa kolonial Belanda, Kamp Plantungan yang berada di Kabupaten Kendal merupakan penampungan para penderita penyakit Lepra atau Kusta.

Setelah ditutup, Kamp Plantungan kemudian diganti menjadi kamp konsentrasi tempat penampungan para tahanan politik wanita, usai tragedi G30S/PKI tahun 1965.

Diperkirakan, jumlah tapol wanita yang dikirim ke kamp Plantungan kurang lebih sebanyak 500 orang, termasuk tokoh Gerwani.

Selain anggota Gerwani, anggota beberapa sayap organisasi PKI lainnya seperti Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), Himpunan Sarjana Indonesia (HSI), dan sebagainya.

Hal tersebut diperkuat dengan pengakuan seorang kakek, Tunjung (75) warga Desa Wonodadi Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal.

Dirinya sengaja diundang oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, saat Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lapas Pemuda Kelas IIB Kendal, Jumat (1/10/2021).

Kakek yang masih mengingat betul kejadian zaman dulu tersebut menceritakan, sebelum menjadi tempat penampungan tapol wanita, penampungan penderita penyakit kusta ini selalu penuh.

“Dulunya ini rumah sakit militer. Kemudian buat penampungan penderita kusta. Bahkan di sini ada seribu pasien yang dimakamkan. Para pasien kusta datang dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Tanjung.

Namun saat ditanya, siapa saja para wanita yang ditahan pada saat itu di Kamp Plantungan, dengan tegas ia menjawab tidak tahu dan tidak kenal.

“Saat itu ada ratusan ibu-ibu yang ditahan di sini. Saya tidak kenal orang-orangnya siapa saja. Yang jelas tidak ada warga sekitar sini,” tandas Tunjung.

Ia pun memaparkan, sebelum diterjang banjir bandang, sebenarnya di Kamp Plantungan banyak bangunan bersejarah peninggalan Belanda. Namun kini hanya tinggal beberapa yang tersisa.

“Dulu banyak bangunan bersejarah bekas rumah sakit. Tapi pada hilang terkena banjit bandang,” imbuhnya.

Kini area milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Batang tersebut digunakan untuk Lapas Pemuda Kelas IIB Kendal.(HS)

Share This

Cegah Korona, Polres Jepara Disinfeksi SMP N 1 Jepara

Pemanasan Global Menuntut Arsitek Berwawasan Ramah Lingkungan