Perlunya Pemahaman Laws of The Game Bagi Pemain Sepak Bola

Soetikno/dok.

 

HALO SPORT – Sebagai mantan wasit nasional sepak bola dan kini match commissioner (pengawas pertandingan/PP), Soetikno berharap Indonesia terus meningkatkan pembinaan sumber daya manusia (SDM) untuk pemain dan pelatih. Selain itu, perlunya pemahaman laws of the game (aturan permainan) yang disusun International Football Association Board (IFAB) bagi pemain.

‘’Kalau para pelatih dan pemain memahami laws of the game, maka keributan di lapangan bisa diminimalisasi. Problem yang sering muncul adalah yang terkait dengan offside, handball, dan penalti,’’ tutur pria yang mengidolai eks wasit top Pierluigi Collina, dan wasit Indonesia, Thoriq Alkatiri, ini.

Di samping pemahaman aturan permainan, PSSI juga harus solid dalam pembinaan pemain dari usia dini hingga senior. Pembinaan yang transparan akan menghasilkan tim yang brilian.

ST, sapaan akrab Soetikno, menyatakan tugas wasit lebih berat ketimbang PP. Sang pengadil harus fokus penuh selama 90 menit di lapangan. Fisik juga harus benar-benar bagus agar bisa fokus. Membuat kesalahan sedikit saja, bisa fatal akibatnya.

‘’Tugas PP lebih ke administrasi dari sehari sebelum pertandingan, selama pertandingan, dan sehari sesudah laga. PP terkait langsung dengan urusan pengecekan kesiapan panitia pelaksana pertandingan,’’ ujar pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SMK ini.

Soetikno (46) menjadi wasit PSSI dari 2006 hingga 2016. Penggemar jogging dan bersepeda itu harus mengakhiri kariernya selaku wasit karena tidak mendapatkan izin dari kantor tempatnya bekerja.
St menganggap hal ini sebagai hal yang wajar, dan tak mempermasalahkannya. Namun, kecintaannya kepada sepak bola tidak bisa hilang.

Dia memilih menjadi PP terhitung 2018 sampai sekarang.

‘’Saya tidak bisa meninggalkan cabang olahraga sepak bola ini selagi masih mampu untuk berkontribusi,’’ tandas mantan pemain U-15 Diklat Arseto Solo itu.

ST punya pengalaman menegangkan ketika menjadi wasit. Dia pernah diintimidasi oleh pemain-pemain Persebi Boyolali pada laga melawan Persibat Batang dalam lanjutan kompetisi Divisi I beberapa tahun lalu.

Dia juga pernah dipukul pemain dari belakang saat bertugas sebagai asisten wasit II pada partai Divisi Utama 2015 antara tuan rumah Persitema Temanggung versus Persiku Kudus.

‘’Pengalaman paling berkesan saya sebagai wasit adalah ketika memimpin pertandingan persahabatan Timnas U-19 melawan Pra-PON Jateng di Stadion Manahan, Solo, pada 2015,’’ jelas Sektretaris Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Magelang dan komite usia dini Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng ini.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.