in

Perlu Pendampingan Kesehatan Bagi Korban Banjir

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman.

HALO SEMARANG – Hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu, 13 Maret 2024 mengakibatkan tujuh daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah terendam banjir. Daerah tersebut meliputi Kota Semarang, Kendal, Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Demak, Pati, dan Kudus. Kejadian ini mendapat perhatian serius Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman. Menurutnya, selain pemberian bantuan bagi korban banjir, menurutnya juga diperlukan pendampingan kesehatan bagi warga.

“Pendampingan kesehatan diperlukan bagi warga yang saat ini berada di pengungsian. Ini penting, jangan sampai para korban bencana ini malah sakit saat berada di pengungsian,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, baru-baru ini.

Ditambahkan, selain itu juga diperlukan upaya dalam pemerataan bantuan logistik. Pemprov Jateng juga perlu memastikan dapur umum ada di tiap titik bencana, dan sasarannya bisa menjangkau ke seluruh korban banjir.

“Pemberian bantuan susu juga diperlukan, karena saya lihat banyak juga anak-anak yang jadi korban banjir ini. Khususnya di wilayah Pekalongan dan Demak,” katanya.

Sukirman juga berharap, Pemprov Jateng berkoordinasi aktif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait penanganan dan antisipasi bencana akibat cuaca ekstrem di Jawa Tengah.

“Apalagi prediksinya cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Harus ada langkah-langkah antisipasi untuk penanggulangan. Misalnya menyiapkan banyak pompa portable untuk menyedot banjir dan dialirkan ke laut,” katanya.

Evakuasi Korban

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Povinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, sudah melakukan evakuasi korban terhadap korban bencana di sejumlah daerah. Pihaknya bersama BPBD Kabupaten/Kota sudah menyiapkan sejumlah personel maupun pelaralatan untuk evakuasi warga.

“SOP (standar operating procedure) penanganan kita hampir sama. Jadi SOP pertama kita adalah penyelamatan. Ini menjadi upaya utama dalam penyelamatan masyarakat. Bukan bicara harta benda, itu ditinggal dulu. Masyarakat harus aman dulu,” kata Bergas.

Selain melakukan evakuasi, BPBD Jateng bersama BPBD kabupaten/kota juga menyediakan tempat pengungsian, mensiagakan pompa air portable, mendirikan dapur umum, distribusi logistik permakanan ke warga yang terdampak, hingga kerja bakti dengan warga membersihkan puing puing pasca banjir bandang.

“Kami juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pengeloalaan Sumber Daya Air (PSDA) untuk penanganan kondisi sungai,” kata Bergas.

Untuk banjir yang ada di Kota Semarang, BPBD Jateng telah mendistribusikan bantuan berupa 300 kg beras, 1.200 bungkus mi instan, 384 air mineral, 200 kaleng sarden, 96 liter minyak goreng, 40 bungkus makanan siap saji, 48 kg gula pasir, 200 pack teh celup, dan 264 bungkus kopi bubuk.

Sementara Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur mengatakan, atas kejadian bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah, pihaknya sudah menggerakkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di sejumlah lokasi bencana.

“Kami juga sudah mendistribusikan bantuan logistik makanan ke sejumlah tempat pengungsian, di antaranya beras, minyak goreng, sarden, dan sebagainya,” katanya.

Logististik itu sudah disitribusikan ke daerah-daerah yang terkenda dampak banjir, seperti daerah Kaligawe, Tlogasari, Kota Semarang.(Advetorial-HS)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (17/3/2024)

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Akan Bersihkan Saluran Dari Sampah