Perkuat Lumbung Pangan, Kementan Intensif Dampingi Petani

Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung dan pejabat lainnya, meninjau lumbung pangan di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, NTT. (Foto: Biro Pers Setpres via Setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Peningkatan produksi dan penguatan cadangan pangan, harus ditangani secara extraordinary (luar biasa), salah satunya lewat pendampingan yang intensif.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, seperti dirilis Setkab.go.id, Sabtu (06/03)

Dia mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) akan memaksimalkan semua lini, agar pendampingan pada petani di kawasan lumbung pangan, di Provinsi Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur, dapat maksimal.

Upaya yang dilakukan Kementan, antara lain dengan membentuk Tim Pendamping atau Detasering Pengembangan Kawasan Food Estate.  Mentan juga telah memberikan pembekalan dan pelepasan tim pendamping tersebut, di Jakarta, Kamis (04/03) lalu.

“Petugas perlu disiapkan dan ditingkatkan kompetensinya, sehingga dapat optimal bekerja. Dengan kompetensi ini, para pendamping dapat memiliki kemampuan mendampingi dan mengawal para petani di food estate dalam melakukan budidaya, penggunaan alsintan (alat dan mesin pertanian) dan penanganan panen serta pascapanen,” kata dia.

Mentan menegaskan, tim ini menjadi landasan utama dalam mengoptimalkan berbagai aktivitas lumbung pangan, dari hulu ke hilir. Kehadiran pendamping bagi petani, diharapkan membantu percepatan pengembangan lumbung pangan dan memperkuat eksistensi kelembagaan petani serta pengembangan bisnis dan korporasi petani.

“Di pertanian itu yang terpenting adalah bagaimana kemauan kita bekerja. Kuncinya harus fokus dan paham secara jelas dan detail, apa yang dikerjakan, apa targetnya, pahami medannya, pahami orang-orang yang harus dikenal di lapangan, dan tentu harus diikuti juga dengan disiplin dan kerja sama yang baik,” kata dia.

Untuk kesuksesan program food estate atau lumbung pangan Nasional ini, Mentan berkomitmen mendukung penuh upaya pendampingan bagi para petani, sebagai langkah yang sangat penting dalam mengakselerasi kegiatan pertanian di lokasi food estate.

“Ini langkah yang bagus, jangan ada kata mundur ataupun berhenti, kita harus fight, saya dukung penuh pendampingan ini, secara teknis semua unit kerja di Kementan harus ikut bekerja dan mendukung,” tegasnya.

Sebagai informasi, untuk tahap awal tim pendamping akan bekerja secara intensif selama tiga bulan ke depan, tim ini terdiri dari 70 orang tenaga fungsional yang meliputi para peneliti, penyuluh pusat, widyaiswara, dosen, pengawas benih tanaman, litkayasa, pengamat organisme pengganggu tanaman dan fungsional umum lainnya.

Sebelumnya, pemerintah telah mengembangkan kawasan lumbung pangan atau food estate di Provinsi Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Pengembangan ini guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Penyediaan cadangan pangan nasional ini adalah agenda strategis yang harus kita lakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemi Covid-19, yang sudah berkali-kali diingatkan oleh FAO (Food and Agriculture Organization), mengenai krisis pangan dunia. Hal ini juga untuk mengantisipasi perubahan iklim, serta juga tidak kalah pentingnya adalah mengurangi ketergantungan kita pada impor pangan,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas, September tahun lalu. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.