in

Peringati HUT RI, GOW Blora Gelar Diskusi Bahas Kelompok Rentan

Diskusi virtual Lintas Organisasi Wanita se Kabupaten Blora, yang digelar Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Blora, Rabu (11/8). (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blora, menyelenggarakan diskusi virtual Lintas Organisasi Wanita se Kabupaten Blora, Rabu (11/8).

Diskusi yang diikuti Tim Penggerak (TP) PKK dan Pokja I TP PKK Kabupaten Blora, serta mengusung tema “Menyikapi Kondisi Kelompok Rentan di Masa Pandemi” itu, diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT Ke-76 Republik Indonesia.

Ketua GOW Kabupaten Blora Ratnasari Irawadi, dalam sambutannya menyampaiakan bahwa banyak masalah yang ditimbulkan dengan adanya pandemi ini, khususnya untuk kelompok rentan, termasuk perempuan.

“Untuk itu kami selaku perempuan, harus tahu cara menyikapi dan mengatasi permasalahan yang ada,” kata dia, seperti dirilis Blorakab.go.id, Rabu (11/8).

Dalam kesempatan yang sama, penasehat GOW Kabupaten Blora Hj Ainia Shalichah SH MPd AUD MPd BI mengungkapkan, kelompok rentan terdiri atas lansia, perempuan, anak dan disabilitas.

“Perempuan termasuk kelompok rentan berdasarkan data yang ada,” ucapnya.

Menurutnya, data menyebutkan bahwa kekerasan pada anak dan perempuan masih ada, pernikahan anak juga masih tinggi (urutan 5 se Jateng), anak ikut kelompok punk/jalanan, lansia hidup sebatang kara.

“Bagaimana keluar dari kelompok rentan tersebut?  Dari permasalahan yang ada harus kita urai satu persatu,” kata Ainia Shalichah.

Dirinya juga menyampaikan materi tentang “Peran Organisasi Perempuan dalam Peningkatan Kepemimpinan Perempuan”

“Mengapa perempuan perlu berorganisasi ? Karens berorganisasi memberi ruang lebih untuk berekspresi, mengembangkan kemampuan diri, percaya diri, banyak teman, tingkatkan wawasan dan lain-lain,” terangnya.

Hasilnya, IPG /Indeks Pemb. Gender meningkat. Banyak pemimpin perempuan. Perempuan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Kemudian, perempuan sebagai tenaga profesional.

“Jadi Keberadaan organisasi wanita menjadi sangat penting untuk memperjuangkan pencapaian kesetaraan gender dan menyuarakan hak perempuan dan anak sehingga masalah dapat teratasi,” jelasnya.

Dikatakannya, isu-isu strategis yang dihadapi perempuan dan anak saat ini semakin kompleks.

Seperti, anak-anak sekolah daring, anggota keluarga yang sedang sakit.

“Era digital yabg berkembang pesat membuat perempuan dituntut untuk cepat menyesuaikan,” kata dia.

Oleh karena itu, organisasi perempuan juga harus menyesuaikan secara cepat menyikapi kondisi sepertu ini.

“Dan perlu kepemimpinan yang kuat untuk merespon dengan cepat dan tanggap,” tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan perwakilan organisasi wanita di antaranya IBI, HARPI Melati, Fatayat NU, Himpaudi dan IIDI. (HS-08).

Share This

5 Keluarga Korban Kebakaran Rumah Terima Bantuan dari Baznas Blora

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Kamis (12/8/2021)