Peringati Hari Nelayan Nasional, Nelayan Kampung Tambakrejo Ingin Kesejahteraan

Para nelayan Kampung Tambakrejo, Tanjungmas, Semarang Utara, Kota Semarang menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Nelayan Nasional, Selasa (6/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Sejumlah nelayan di Kampung Tambakrejo, Tanjungmas, Semarang Utara, Kota Semarang, menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Nelayan Nasional. Para nelayan menginginkan kesejahteraan pasca bertubi-tubinya kejadian getir yang dialami.

“Kami berharap di Hari Nelayan Nasional ini mampu merdeka di laut,” kata Ketua Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Armada Laut 2, Dani Rujito, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, keinginan untuk sejahtera sebagai nelayan merupakan hal yang wajar. Di antaranya dengan memiliki rumah layak huni.

- Advertisement -

“Kemarin kami sempat mengalami pengusuran rumah, dua tahun tinggal di bedeng. Sekarang Alhamdulillah sudah menempati rumah deret,” ujarnya.

Dirinya menilai kesejahteraan nelayan dapat terwujud jika mendapat dukungan dari pemerintah, mulai dari tingkat kelurahan hingga pemerintah pusat. Terlebih jika musim ombak tinggi seperti sekarang ini, nelayan kesulitan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Kami juga ingin sejahtera di laut. Jadi kami harap dukungan dari pemerintah maupun lembaga terkait lainnya,” paparnya.

Dani mengungkapkan, di Kampung Tambakrejo terdapat 80 nelayan, terbagi 47 orang yang memiliki perahu dan sisanya tanpa perahu. 80 nelayan tersebut tergabung dalam tiga Kelompok Usaha Bersama.

“Para nelayan di sini jauh dari kata sejahtera. Kami berupaya untuk memikirkan anggota bagaimana caranya mampu meningkatkan ekonomi,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Dani, KUB memberikan fasilitas nelayan untuk beternak lobster, kerang, dan lainnya. Selain itu, dia mengemukakan, usaha ternak ikan dapat menolong nelayan ketika musim ekstrem seperti saat ini.

“Kalau lobster masih merintis sedangkan kerang hijau sudah mulai berkembang,” terang Dani.

Sementara itu, nelayan Kampung Tambakrejo lainnya, Jupriadi mengatakan, ketika cuaca ekstrem para nelayan kesulitan untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari. Hal itu karena para nelayan tak bisa melaut karena ombak tinggi.

Persoalan lain, akibat ombak tinggi banyak perahu nelayan yang rusak karena saling bertabrakan, atau menabrak dermaga saat terhempas di posisi bersandar di dermaga. Beruntung ia dapat menabung tatkala tangkapan ikan melimpah.

“Ya kalau cuaca ekstrem masih bisa melaut. Tetapi melautnya tak sampai ke tengah hanya di pinggiran saja,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.