Peringati Hari Kopi Se-Dunia, Tino Ingin Kopi Kendal Bisa Lebih Dikenal

Pelatihan barista di Kampung Tepi Sawah Boja, Kendal, Jumat (2/10/2020).

 

HALO KENDAL – Dulu sebelum kedai kopi merajalela, profesi barista hanya dipandang sebelah mata. Mereka hanya dianggap sebagai tukang kopi layaknya menyeduh kopi instant yang hanya tinggal siram air panas.

Selain dari racikan kopi dan gula yang tepat juga yang menjadi syarat utama adalah saat membuatnya harus dengan hati bahagia.

”Setelah mengenal aroma, rasa, dan karakter kopi, baru bisa membuat kopi. Syarat membuat kopi enak, hati harus bahagia,” jelas Hendri Cristianto pelatih barista asal Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Saat memberikan pelatihan kepada 20 peserta barista muda di Kampung Tepi Sawah Boja, Kendal, Henry juga mengajarkan bagaimana mengenal kopi, dari mulai aroma, rasa, dan asal kopi tersebut.

Menurutnya, rasa kopi Robusta, Arabika dan Liberika berbeda, demikian juga kopi dari satu daerah dengan daerah lain.

“Biasanya orang yang sedang putus cinta, kopi buatannya tidak enak. Sebab hatinya tidak bahagia,” imbuhnya.

Salah satu peserta pelatihan Barista, Budiyono, mengaku senang bisa mendapat ilmu baru cara membuat kopi.
Sebab selama ini, dirinya hanya bisa membuat kopi dengan cara tradisional. Kopi dikasih gula, lalu dikasih air panas dan kemudian diaduk.

“Baru kali ini saya minum kopi tanpa gula, tapi rasanya enak dan tidak begitu pahit,” ungkapnya.

Sementara itu, calon Bupati Kendal, Tino Indra Wardono yang datang di tengah acara pelatihan mengatakan, Kabupaten Kendal mempunyai banyak kebun kopi.

“Kopi dari Kendal, aroma dan rasanya tidak mau kalah dengan daerah lain.Tapi anehnya kopi kita kalah terkenal dengan Temanggung,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Tino bisnis kedai kopi sudah melesat. Di setiap sudut kota sobat ngopi bisa dengan mudah menemukan coffee shop.

Dengan pertumbuhan bisnis kedai kopi yang tinggi, maka semakin banyak pula dibutuhkan barista-barista pengracik kopi yang handal.

“Dengan pelatihan Barista ini, saya berharap muncul barista-barista muda yang bisa membukai kafe kopi dengan menggunakan kopi Kendal. Biar kopi kita dikenal,” imbuh Tino.

Dirinya juga mengatakan, kopi Kendal pernah dipamerkan di Bucharest Romania oleh Mochamad Herviano Foundation (MHF).

“Di luar dugaan, ternyata di pameran itu, banyak orang luar negeri yang suka dengan kopi Kendal,” pungkas Tino.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.