in

Peringati Hari Kebersihan Sedunia, DLH Boyolali Ajak Masyarakat Pilah Sampah

Kepala DLH Kabupaten Boyolali, Lucia Dyah Suciati. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, telah menyiapkan dua agenda untuk memperingati World Clean Up Day (WCD), yang jatuh pada Jumat (24/9).

Agenda pertama, yakni gerakan kebersihan di fasilitas umum, Jumat (24/9) dan agenda kedua adalah Gerakan Pilah Sampah oleh seluruh masyarakat Boyolali.

Masyarakat dianjurkan untuk memilah sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, dunia usaha dan fasilitas umum, Minggu (12/9) – Jumat (24/9).

“Kita galakkan Gerakan Pilah Sampah dari rumah itu. Kita gerakkan secara terus menerus,” kata Kepala DLH Kabupaten Boyolali, Lucia Dyah Suciati, Selasa (21/9), seperti dirilis Boyolali.go.id.

Sampah plastik, misalnya dapat didaur ulang atau dijual untuk menambah nilai ekonomi. Sementara sampah organik atau yang  bisa terurai, dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, melalui proses composting.

“Bisa dikomposting menggunakan gentong atau melalui alat komposter. Itu dibiarkan dua bulan saja sudah terurai menjadi kompos. Bisa dimanfaatkan di rumah tangga masing maing. Jadi gerakan ini mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke TPA Winong,” ujarnya.

Sejalan dengan program DLH Kabupaten Boyolali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali juga melaksanakan program Monitoring of Center Development (MCD), sebagai dukungan pengurangan sampah di Kota Susu.

Program tersebut ditujukan bagi RT se-Kabupaten Boyolali yang terbagi dalam beberapa kategori. Kategori tersebut antara lain ada kategori organisasi, insfranstruktur lingkungan, air minum sanitasi dan kebersihan lingkungan, kesejahteraan dan tematik.

“Salah satu kategori ini sangat mendukung program tugas DLH. Yaitu pengurangan sampah dari rumah karena penilaian insfranstruktur lingkungan, sanitasi dan kebersihan lingkungan yang dilihat adalah bagaimana RT menangani sampah, apakah RT mempunyai program penanganan sampah dan lain sebagainya,” katanya.

Jadi diharapkan dari kategori insfranstruktur lingkungan tersebut, sampah habis dari tingkat RT. Sampah tersebut dikendalikan melalui gerakan pendampingan bank bank sampah di tingkat RT atau BUMDes yang salah satunya wajib ada unit yang menangani sampah. Dikhawatirkan, apabila tidak ada kendali tersebut, 90 ton sampah akan masuk di TPA Winong.

Sebagai tambahan informasi, hingga kemarin tercatat sudah 60 ton sampah setiap hari dari limbah rumah tangga masuk TPA Winong seluas 5,3 hektare. (HS-08)

Share This

Mutasi, Mantan Kapolsek Ngaliyan Ini Jadi Wakapolres Blora

TPA Winong Boyolali Masih Gunakan Controlled Landfill dalam Kelola Sampah