in

Peringati Bulan Bung Karno, Ini Aktivitas Wakil Wali Kota Semarang

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu saat menggelar kegiatan pelatihan bertajuk Berkebun Hebat Jalan-jalan Sabtu (5/6/2021).

 

HALO SEMARANG – Memperingati bulan Bung Karno, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menggelar kegiatan bertajuk Berkebun Hebat Jalan-jalan, untuk secara langsung mengedukasi masyarakat kota Semarang tentang urban farming dan bercocok tanam.

Mbak Ita sapaan akrab Hevearita G Rahayu, Sabtu (5/6/2021) sore secara langsung memberi pelatihan berkebun dan bercocok tanam warga. Pelatihan dilakukan di area Masjid Al Muhajirin
Jl Kauman Raya No 10 Palebon Pedurungan, Semarang.

“Bertepatan dengan Bulan Bung Karno, di mana pada bulan Juni ini Bung Karno lahir, serta mengimplementasikan Tri Sakti Bung Karno yang di dalamnya berisi upaya mengajak masyarakat berdikari secara ekonomi. Saya menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang memberikan pelatihan urban farming kepada warga dan pengurus masjid Al Muhajirin Kauman,” ujar Mbak Ita.

Sebagai pengayom masyarakat, Pemkot dan DMI bisa bersinergi untuk memakmurkan umat lewat urban farming. “Dengan tujuan berdikari ekonomi kami berupaya memakmurkan warga dengan cara memberi pelatihan urban farming, memanfaatkan lahan sekitar dengan bercocok tanam dan mandiri secara ekonomi, terlebih di tengah pandemi seperti saat ini,” katanya.

Di Masjid Al Muhajirin, Mbak Ita tak hanya memberi pelatihan, ia juga menghadirkan petani milenial yang membantu memberi solusi dan memecahkan permasalahan terkait berkebun. Mbak Ita bahkan memberi bibit tanaman dan sayuran kepada warga yang hadir.

“Di sini area Masjid Al Muhajirin ini lahannya luas, dan setiap pagi ada pasar tiban. Sehingga dengan berkebun, nantinya hasil panen dari tanaman yang ditanam bisa dijual di pasar pagi di sini juga. Tentunya bisa menambah penghasilan pengelola masjid,” terangnya.

Ia bahkan optimistis, Masjid Al Muhajirin bisa menjadi percontohan masjid yang berinovasi mewujudkan ketahanan pangan warga dengan urban farming, memanfaatkan lahan kosong di sekitarnya.

Tak hanya di Masjid Al Muhajirin, Mbak Ita juga melakukan pelatihan berkebun secara door to door mengunjungi wilayah-wilayah di Kota Semarang.

“Dulu pelatihan di rumah berkebun hebat, tapi saat ini kami berupaya mendatangi ‘door to door’ langsung. Dengan konsep Berkebun Hebat Jalan-Jalan, kami bisa melihat permasalahan langsung yang dialami warga. Baik itu terkait lahan dan memberikan solusinya. Kami juga menengok kebun-kebun warga yang sudah jadi maupun yang baru memulai berkebun,” ujar Mbak Ita.

Dirinya menjelaskan, jika konsep programnya ‘Berkebun Hebat Jalan-jalan’ yakni memberi pelatihan urban farming, warga bisa praktik secara langsung. Bahkan ia bisa melihat kekurangan dan memberi solusi dan menjawab permasalahan yang dialami warga.

“Kalau mau ikut pelatihan Berkebun Hebat Jalan-jalan, caranya sama dengan pelatihan kami sebelumnya. Warga Semarang cukup mendaftar saja di website Berkebun Hebat www.berkebunhebat.id, selanjutnya akan kami hubungi jadwal dan waktu pelatihannya,” terang Mbak Ita.(HS)

Share This

Saat Pandemi, Bali Dinilai Paling Siap Gelar Munas Kadin

Bisa Fokus Mencari Tambahan Pemain