in

Peringatan HSN, 566 Santri Se-Kendal Ikuti Lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub

Salah satu santri saat lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) di Gedung Abdi Praja Pemkab Kendal, Sabtu (14/10/2023).

HALO KENDAL – 566 peserta yang mewakili pondok-pondok pesantren di Kabupaten Kendal mengikuti Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) sebagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2023, yang digelar beberapa tempat di kawasan Kantor Bupati Kendal, Sabtu (14/10/2023).

Peserta lomba dibatasi mulai usia sekolah dasar sampai SMA atau maksimal usia 18 tahun, yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni tingkat MQK tingkat Ibtida atau SD, tingkat Tsanawi atau SMP dan tingkat Ulya atau SMA, baik santri putra maupun putri.

Masing-masing tingkatan lomba, membacakan kitab yang berbeda-beda, yakni untuk tingkat Ibtidaiyah menghafal Kitab Jurumiyyah dan membaca Kitab Safinatunnajah.

Sementara untuk tingkat Tsanawi membacakan Kitab Fathul Qorib, hafalan Kitab Imriti dan Kitab Ta’lim Mutaalim. Sedangkan tingkat Ulya adalah hafalan Kitab Alfiyah Ibnu Malik, membacakan Kitab Fathul Mu’in dan Hadits Bulughul Marom.

Muhammad Saifudin Al Huda selaku Koordinator Lomba Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kendal mengatakan, Musabaqoh Qiroatul Kutub merupakan salah satu lomba wajib di setiap peringatan Hari Santri Nasional.

Diharapkan, lomba membaca Kitab Kuning atau MQK ini menjadi brand atau khas setiap Hari Santri, khususnya di Kendal. Selain itu, lomba MQK tingkat kabupaten ini juga sebagai persiapan atau seleksi pada MQK tingkat Provinsi Jawa Tengah, hingga tingkat nasional.

“Lomba digelar sebagai persiapan lomba di tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Harapannya, bisa memberikan semangat kepada para santri pondok pesantren supaya lebih tekun belajar membaca Kitab Kuning,” ungkap Saifudin Al Huda.

Dengan digelarnya kegiatan MQK di lingkungan kantor Pemkab Kendal, lanjutnya, akan membawa keberkahan bagi Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Insya-Allah, kehadiran banyak santri di Pendopo Kabupaten ini akan membawa keberkahan dan kebaikan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kendal,” imbuh Saifudin Al Huda.

Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Darul Muqorrobin Kendal, Abdul Majid mengatakan, perwakilan pondoknya mengikutkan 16 peserta. Ia berharap, kegiatan MQK semakin meningkat dan lebih antusias lagi bagi para santri.

“Kegiatan MQK merupakan suatu keharusan di setiap Hari Santri, karena membaca Kitab Kuning merupakan ikon pesantren. Harapannya MQK di Kabupaten Kendal semakin ditingkatkan, selain lomba dan rangkaian kegiatan lainnya,” ungkap Abdul Majid.(HS)

Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang, Mbak Ita Ingin Kaum Muda Belajar Sejarah

Banjir Hadiah di Pekan Raya Pegadaian Kanwil XI Semarang, Ini Daftar Pemenangnya