in

Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Pramuli Banyumas Bersihkan Hutan Kota

Ratusan anggota Pramuka di Kabupaten Banyumas, bergerak bersama membersihkan Taman Satria dan Taman Kota Kelurahan Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan. (Foto : Banyumaskab.go.id)

 

HALO BANYUMAS – Ratusan anggota Pramuka di Kabupaten Banyumas, bergerak bersama membersihkan Taman Satria dan Taman Kota Kelurahan Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan, Sabtu (05/06).

Kegiatan yang diprakarsai Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas ini, diikuti para anggota Pramuka, yang terdiri atas Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, Saka Bhayangara Polresta Banyumas, Saka Kalpataru Kwarcab Banyumas, Kwarran Purwokerto Utara, Kwarran Purwokerto Timur, Kwarran Sokaraja, dan Racana Soedirman.

Untuk peserta dari anggota Pramuka dikoordinasi oleh Bidang Pengabdian Masyarakat Kwartir Cabang Banyumas. Ikut terlibat dalam kegiatan komunitas penggiat lingkungan.

Andalan Cabang Urusan Sosial dan Lingkungan Hidup Nur Hadi Kurniawan ST, MSi, mengatakan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni, adalah sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan penyelamatan lingkungan.

Selain itu juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan pencapaian dan terus melanjutkan tekad dalam mengatasi tantangan lingkungan hidup yang dihadapi dunia hingga saat ini.

“Diperingati sejak tahun 1974, Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah bentuk kampanye untuk menyampaikan keberhasilan upaya penyelamatan yang merupakan bagian dari SDGs,” kata dia, seperti dirilis Banyumaskab.go.id.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021, diselenggarakan Pakistan dengan tema “Ecosystem Restoration” dengan kampanye “Reimagine, Recreate, Restore”.

“Semoga dengan tindakan kecil ini, menjadi inspirasi dan dapat meningkatkan peran serta aktif warga masyarakat, untuk terus memelihara kelestarian lingkungan hidup, minimal di lingkungan masing-masing. Sehingga ada kesadaran diri dan kemandirian warga untuk menjaga, memelihara, dan melestarikan kebersihan lingkungan,” harapnya.

Selain kegiatan tersebut, Bidang Abdinas juga telah menyiapkan satu paket kegiatan yaitu Pelatihan Budi Daya Magot, yang akan dilaksakan pekan kedua Juli.

Perlu diketahui, maggot adalah belatung dari lalat jenis black soldier fly. Larva dari serangga ini, nantinya dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pakan ternak, hingga produk kecantikan.

Budi daya black soldier fly untuk menghasilkan maggot ini, selain memiliki keuntungan ekonomi, juga manfaat untuk mereduksi sampah organik. Hal ini karena untuk menghasilkan larva tersebut, lalat tentara hitam ini dapat diberi makan sampah organik. (HS-08)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (6/6/2021)

Lanal Cilacap Akan Terus Bantu Pemerintah Tangani Covid-19