in

Perguruan Tinggi Diajak Bantu Mengentaskan Kemiskinan dan Stunting

Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati ST MM, ketika bersilaturahmi dan audiensi dengan para pimpinan perguruan tinggi se- Kabupaten Blora, Kamis (23/9) di Ruang Rapat Lantai II Bappeda Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati ST MM mengajak perguruan tinggi di Blora, untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi kabupaten itu.

Ajakan itu disampaikan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati ST MM, ketika bersilaturahmi dan audiensi dengan para pimpinan perguruan tinggi se- Kabupaten Blora, Kamis (23/9) di Ruang Rapat Lantai II Bappeda Blora.

Hadir sejumlah pimpinan perguruan tinggi di antaranya dari PEM Akamigas Cepu, STTR Cepu, Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus Blora, STAI Muhammadiyah, STKIP Muhammadiyah Blora, STAI Al Muhammad, STAI Khozinatul Ulum, dan lainnya.

“Ada sekitar sepuluh perguruan tinggi di Blora. Kami berharap panjenengan (anda) yang hadir di ruangan ini, dapat membantu pemikiran atau apapun yang bisa dilakukan, untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Blora,” kata Wakil Bupati mengawali audiensi, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Di hadapan para pimpinan perguruan tinggi, Wabup Tri Yuli memaparkan kondisi berbagai permasalahan yang dihadapi. Beberapa di antaranya adalah angka kemiskinan Blora yang masih tinggi di Jawa Tengah, permasalahan infrastruktur, stunting, ketersediaan air bersih, dan permasalahan lainnya.

Di sisi lain, Blora memiliki banyak potensi, seperti di sektor peternakan, Blora menjadi daerah dengan populasi sapi terbanyak se Jawa Tengah, potensi pertanian padi, dan jagung, minyak dan gas, kayu, dan sebagainya.

Karena itulah kemudian Wabup mengajak perguruan tinggi, untuk ikut menyelesaikan berbagai permasalahan, sekaligus mengoptimalkan potensi daerah.

“Dengan ini bisa menjadi wawasan kita bersama, dan bisa menjadi bahan pemikiran untuk panjenengan diskusikan, terkait apa yang bisa kita perbuat bersama-sama untuk Kabupaten Blora,” ucap Wabup.

“Kami mengajak sesarengan dengan panjenengan, dengan berbagai masalah yang ada di Blora, sekaligus sejalan dengan tridharma perguruan tinggi,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Blora, Free Bayu Alamanda AP MSi, berharap agar perguruan tinggi dapat membantu mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, stunting, dan sebagainya.

“Saya berharap teman-teman kerso (bersedia) untuk bersinergi dengan Pemkab Blora, program apapun yang ada di instansi bapak ibu terkait ini, agar bisa matching dengan RPJMD. Di RPJMD ada 45 program unggulan, monggo (silakan) bapak ibu bisa membantu program tersebut.” kata Bayu.

Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 48 desa yang menjadi prioritas pengentasan kemiskinan di Blora.

Selain itu, terdapat 44 desa yang menjadi lokus penanganan stunting di Blora. Menurutnya, intervensi dari perguruan tinggi dalam pengentasan kemiskinan sangat dibutuhkan, beberapa di antaranya melalui berbagai program KKN, pengabdian masyarakat, dan sebagainya.

“Dengan hasil rapat ini diharapkan oleh Pak Bupati dan Bu Wakil Bupati nanti ditambahi didampingi teman teman perguruan tinggi se Kabupaten Blora, desa merah kemiskinan ini bisa turun. Ini perlu sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan termasuk perguruan tinggi,” kata Bayu.

Kepala Subbagian Kerja Sama dan Otonomi Daerah Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah, Soni Supriyanto S Sos MM, merinci  ada 32 perguruan tinggi di luar daerah yang berminat bekerja sama, serta 10 perguran tinggi di Blora.

“MoU dengan berbagai perguruan tinggi, akan terus didorong, termasuk dengan perguruan-perguran tinggi yang belum melaksanakan MoU, atau yang masih proses, akan segera kita lakukan,” jelas Soni.

Dari hasil audiensi tersebut, perguruan tinggi di Blora siap mengambil peran dalam membantu pengentasan desa miskin, desa lokus stunting dan desa idm tertinggal, untuk dapat dikembangkan sebagai desa binaan.

Termasuk juga, adanya rencana pembuatan laboratorium stunting dari salah satu perguruan tinggi. Sehingga dapat membantu dalam menganalisis masalah dan menemukan solusi dalam pengentasan stunting. (HS-08).

Share This

Atlet Kickboxing Kendal Berprestasi di PON XX Papua, Ini Yang Disampaikan Bupati

Rumah Artefak Blora Kembali Dibuka, Pengunjung Berfoto Bersama Patung Homo Erectus