in

Pergantian Musim, Dinkes Boyolali Minta Waspadai Chikungunya

Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, dokter Ratri Salasatul Survivalina MPA. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, dokter Ratri Salasatul Survivalina MPA meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit chikungunya, terutama pada pergantian musim dari penghujan ke kemarau saat ini.

Menurut data dari penyelidikan epidemiologi oleh Dinas Kabupaten Boyolali, penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ini, sudah menyerang warga di Kecamatan Ngemplak, Mojosongo, dan Boyolali.

“Beberapa minggu terakhir ini kita mendapatkan laporan ada kasus demam yang disertai dengan nyeri-nyeri sendi dan ada juga kelemahan untuk berjalan. Ternyata setelah kita lakukan penyelidikan epidemiologi, kasus di daerah situ ternyata adalah chikungunya,” kata dia, seperti dirilis Boyolali.go.id, Senin (24/5).

Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngemplak, kasus chikungunya ditemukan di Desa Manggung sebanyak 37 kasus. Terdapat dua RT di RW 02 yang melaporkan bahwa masyarakat mengeluhkan gejala penyakit chikungunya yakni di RT 02 sebanyak delapan kasus dan RT 01 sebanyak 29 kasus.

Selain itu, di Dusun Turus RT 07 dan RT 06 di RW 09 Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo terdapat 14 kasus chikungunya. Serta di Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali terdapat tujuh kasus yang berasal dari RT 01 RW 13.

“Kita juga sudah melaksanakan tindak lanjutnya dengan melaksanakan pendataan pada kasus yang dicurigai termasuk kelompok chikungunya. Kemudian tindak lanjut yang lain kita juga sudah berupaya melakukan fogging supaya tidak terjadi penularan ke lapisan masyarakat yang lebih luas lagi,” jelasnya.

Dilaporkan, seluruh pasien yang terkena penyakit chikungunya menjalani rawat jalan. Hal tersebut dikarenakan pasien hanya mengeluhkan nyeri sendi dan tidak sampai mengganggu kondisi fisik maupun perawatan khusus.

“Dan kebetulan chikungunya ini juga bukan penyakit yang berbahaya, menimbulkan sampai ke dampak kematian. Jadi cukup dilakukan upaya upaya supportif, istirahat sambil dilakukan pemantauan saja,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Boyolali untuk tetap waspada terhadap penyakit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti chikungunya, demam berdarah dengue (DBD) dan lainnya. Program 3M yakni menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas sebagai upaya mencegah penyebaran nyamuk. (HS-08)

Share This

Bupati Karanganyar Berharap Santri Kuasai Ilmu Agama, Ilmu Umum, dan Berwawasan Kebangsaan

Pemkab, TNI, dan Polri Tegas, Kasus Aktif Covid-19 Di Boyolali Turun