in

Percepatan Transformasi Digital, Kominfo Target 12.458 Desa Terjangkau 4G

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi (tengah) saat memberi keterangan pers. (Foto dok/kominfo.go.id).

 

HALO SEMARANG – Indonesia sudah memasuki era 5G. Namun masih ada wilayah atau daerah yang belum terjangkau sinyal 4G.

Ini yang menjadikan pemerintah berupaya melakukan percepatan transformasi digital, salah satunya dengan pembangunan dan perluasan infrastruktur telekomunikasi.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menyatakan keseriusan itu terlihat dari pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G yang ditargetkan merata dengan waktu 10 tahun lebih awal dibanding rencana sebelumnya.

Percepatan ini dilakukan karena masih ada 12.458 desa dan kelurahan yang belum merasakan jaringan 4G.

“Dari 83.218 desa dan kelurahan di Indonesia, ada 12.458 desa dan kelurahan yang belum terjangkau sinyal 4G. Jika menggunakan rencana sebelumnya, ini baru bisa diselesaikan pada 2032,” kata Dedy dalam Konferensi Pers Penyelenggaraan Layanan Seluler pada BTS 4G di Wilayah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), dari Media Center Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (28/5/2021).

“Tetapi karena keseriusan pemerintah dalam melakukan percepatan, rencana tersebut maju ditargetkan selesai akhir tahun 2022,” ujar dia melanjutkan.

Jubir Kominfo Dedy Permadi menuturkan kesungguhan kementerian melakukan percepatan transformasi digital nasional.

Menurut dia dari sekitar 15% dari total keseluruh desa dan kelurahan di Indonesia yang belum mendapatkan akses layanan 4G, kementerian akan menerapkan dua skema pembangunan untuk menuntaskan target tersebut.

“Kami membaginya ke dalam dua skema pembangunan. Skema yang pertama pembangunan BTS untuk desa dan kelurahan itu dikelompokkan untuk daerah 3T dan daerah non 3T. Untuk daerah non 3T berjumlah 3.435 desa dan kelurahan, sedangkan untuk daerah 3T berjumlah 9.113 desa dan kelurahan,” katanya.

Rincian pembangunan untuk 9.113 desa dan kelurahan di wilayah 3T direncanakan selesai sampai akhir 2022.

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T difokuskan dan dipercepat untuk mendukung dan memperkecil disparitas internet atau layanan internet di Indonesia.

Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang secara masif dilakukan di seluruh Indonesia, masyarakat khususnya di daerah 3T hingga akhir tahun 2022 sudah bisa menikmati sinyal 4G.

“Untuk desa dan kelurahan di daerah 3T, infrastruktur telekomunikasi akan dibangun oleh BLU (Badan Layanan Umum) BAKTI Kominfo, bersama dengan operasionalnya akan dilakukan oleh operator seluler. Kami ingin mempercepat penggunaan internet yang positif dan produktif di daerah 3T di Indonesia, yang selama ini memang belum terjangkau akses internet yang memadai atau akses internet 4G,” tegasnya.

Tak hanya penyelesaian pembangunan BTS 4G, pemerintah juga serius dalam melakukan percepatan komersialisasi jaringan telekomunikasi 5G.

“Tetapi ini kita lakukan secara bersamaan, secara simultan. Untuk deployment 5G kita lakukan, kemudian untuk pemerataan jangkauan 4G tetap juga kita lakukan. Karena keduanya saling melengkapi, demikian pula untuk daerah 3T,” tandasnya.(HS)

Share This

Wakil Bupati Ajak Bikers Kendal Jalin Silaturahmi

Jadi Narasumber Talkshow, Wabup Blora Cerita Pengalaman Terjun ke Politik