in

Percepat Penurunan Stunting di Kendal, Ketua TP PKK Limbangan : Kader Harus Aktif Turun Lapangan

Camat Limbangan Alfebian Yulando dan Ketua TP PKK Kecamatan Limbangan, Nastiti, dalam rapat koordinasi bersama Ketua TP PKK Desa dan Kader Posyandu, di Aula Kantor Camat Limbangan, Senin (6/3/2023).

HALO KENDAL – Dalam upaya mencegah dan menangani persoalan stunting, Tim Penggerak PKK Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal menggelar rapat koordinasi bersama Ketua TP PKK Desa dan Kader Posyandu, di Aula Kantor Camat Limbangan, Senin (6/3/2023).

Ketua TP PKK Kecamatan Limbangan, Nastiti mengungkapkan, peran serta para penggerak PKK di masing-masing desa bersama kader Posyandu Desa, membuat angka stunting di Kecamatan Limbangan mengalami penurunan.

Dirinya berharap, supaya para kader PKK dan kader Posyandu untuk lebih aktif lagi dalam memberikan perhatian kepada ibu hamil dan balita serta mampu melahirkan inovasi dalam menekan angka stunting.

“Mudah-mudahan dengan adanya rakor ini, pemahaman para ketua TP PKK Desa dan Kader Posyandu bisa lebih meningkat. Sehingga muncul ide-ide atau inovasi yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka stunting,” ungkap Nastiti.

Menurutnya, beberapa program terus digalakkan TP PKK Kecamatan dalam upaya mencegah pertumbuhan stunting. Mulai dari membentuk orang tua asuh, pendampingan dari calon pengantin dan pengawasan dari balita usia 0-5 tahun.

“Kemudian juga pendampingan penimbangan balita di Posyandu, dan juga melakukan verifikasi kondisi ekonomi keluarga stunting,” jelas Nastiti.

Dipaparkan, sasaran verifikasi dan validasi adalah keluarga sasaran dengan kriteria keluarga yang memiliki anak baduta (bawah dua tahun) antara 0-23 bulan, kemudian yang memiliki anak balita antara 24-59 bulan dan keluarga pasangan usia subur yang berstatus hamil.

“Keluarga sasaran pemutakhiran verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting, yang selanjutnya disesuaikan dengan kondisi terkini,” papar Nastiti.

Dirinya juga menambahkan, salah satu terobosan yang dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi atau kampus yang bergerak di bidang kesehatan.

“Dibutuhkan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kerjasama dengan perguruan tinggi atau akademisi dalam hal ini dosen dan mahasiswa diharapkan mampu mentransferkan ilmunya kepada masyarakat dalam upaya pencegahan stunting,” imbuh Nastiti.

Sementara itu Camat Limbangan Alfebian Yulando mengatakan, angka stunting di Kecamatan Limbangan sebanyak 78 stunting baduta dan 282 balita, dari total 2.633 balita yang tersebar di 16 desa.

Untuk itu pihaknya sangat mendukung digelarnya rakor, dengan harapan para Ketua TP PKK bersama kader posyandu, bisa bahu membahu dalam upaya menekan angka stunting di wilayah Limbangan.

Alhamdulillah ini mendapat dukungan dari seluruh pihak dan kami bersama-sama untuk turun ke rumah warga untuk memberikan makanan tambahan baik kepada balita stunting maupun ibu hamil kekurangan energi kronis,” ungkap Febi sapaan akrabnya. (HS-06)

Dua Oknum ASN Polda Jateng juga Terlibat KKN Penerimaan Bintara Polri

Bantuan pada Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara Terus Mengalir