Perbup No 67 Tahun 2020 Perkuat Penyelenggara Event di Kendal

Ketua Forum Penyelenggara Event Kendal (Forpek) Kendal, Musthakim saat memberikan keterangan pers, Rabu (2/9/2020).

 

HALO KENDAL – Para penyenggara event organizer di Kabupaten Kendal mendapat kabar menggembirakan dengan terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Kendal No 67 tahun 2020.

Pasalnya, dengan Perbup tersebut pemerintah menyakinkan, bahwa kegiatan hajatan di Kabupaten Kendal sudah diatur dan bisa dilaksanakan.

“Forpek berterima kasih kepada pemerintah yang sudah mengeluarkan kebijakan yang baik kepada penyelenggara event. Sehingga kami bisa bekerja dan kembali berkarya,” kata Ketua Forum Penyelenggara Event Kendal (Forpek) Kendal, Musthakim, Rabu (2/9/2020).

Forpek Kendal beranggotakan para pengusaha tenda dan alat pesta, pengusaha tata rias, pengusaha sound system, pengusaha foto dan video, pengusaha catering, pengusaha dekorasi.

“Di masa pandemi Covid-19, hampir empat bulan para penyelenggara event di Kendal dan anggota kami harus berpuasa dari undangan hajatan,” jelas Musthakim.

Menurutnya, hal ini tentu sangat berdampak pada perekonomian para penyelenggara event organizer di Kendal.

“Kami berharap agar prosedur perizinan dapat dikaji ulang, sehingga proses perizinan lebih mudah dan dipangkas hanya sampai tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Musthakim menuturkan, demi bisa membuka usaha event organizer, Forpek Kendal dan sekumpulan penyelenggara event organizer pada tanggal 10 Juni lalu melakukan audensi dengan Bupati Kendal.

“Dari audensi tersebut, terbit Surat Edaran (SE) Bupati Kendal nomor 4432/2796/2020, tentang pedoman penyelenggaraan kegiatan bidang kepariwisataan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19,” tuturnya.

Dijelaskan, dalam SE angka 4 diterangkan tata cara penyelenggaraan resepsi atau hajatan. Hal itu menyatakan bahwa Pemkab Kendal mulai membuka kembali kegiatan hajatan atau resepsi.

“SE yang diperkuat dengan Perbup No 67 tahun 2020 tentu sangat membantu kami yang selama pandemi Covid-19 harus vakum tanpa kegiatan,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Forpek Kendal, Irham Dhanu mengatakan, dengan diwacanakan new normal oleh pemerintah pada beberapa bulan lalu, Forpek banyak melakukan audensi dengan para pemangku kebijakan di Kendal.

“Di antaranya audensi dengan Bupati Kendal, Kapolres, Dandim, dan Ketua DPRD Kendal agar bisa membuka kembali usahanya selaku penyelenggara event organizer,” ujarnya.

Dirinya mengaku, dari hasil audensi, semuanya sangat mendukung dibukanya kembali 9 sektor yang salah satunya yakni, sektor hajatan.

“Dengan terbitnya Perbup No 67 tahun 2020 otomatis menguatkan lagi penyenggaraan kegiatan hajatan dan keagamaan di Kendal benar-benar sudah bisa kembali dibuka,” tandasnya.

Hal ini, menurutnya sangat membantu para pelaku event di Kendal.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal, kami telah bisa membuka kembali kegiatan hajatan, resepsi dan keagamaan yang tentunya dengan tetap menggunakan protokol kesehatan,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.