in

Perbaikan Bendungan di Desa Blimbing, Kendal Dikebut

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto didampingi Kepala Dinas PUPR Kendal, meninjau perbaikan bendungan di Desa Blimbing, Kecamatan Boja, Rabu (11/8/2021).

 

HALO KENDAL – Perbaikan Bendungan Sungai Glagah di Desa Blimbing, Kecamatan Boja, ditargetkan rampung dalam 90 hari.

Dengan progres pekerjaan yang saat ini telah mencapai 52,12%, dalam satu bulan ke depan ditargetkan sudah selesai.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Sugiono, saat mendampingi Bupati Kendal meninjau pembangunan Bendung Sungai Glagah, Desa Blimbing, Rabu (11/8/2021).

Menurutnya, pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

“Pembangunan bendungan yang diikuti oleh pembangunan jaringan irigasi, dibangun dengan biaya besar. Sehingga diharapkan dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” terangnya.

Sugiono menjelaskan, sebagai pelaksana untuk proyek Program Pengelolaan Sumber Daya Air adalah PT Jilanusa Bangun Persada. Sedangkan untuk konsultannya adalah CV Rizkytama Abadi.

“Anggaran dari APBN sebesar Rp 3,6 miliar dengan lingkup pekerjaan bendung dan pekerjaan saluran, pengaman tebing dan pengaman saluran,” ujarnya.

Dijelaskan, bendung saluran, kemudian pengaman tebing dan pengaman saluran, dibangun di atas area seluas 319 hektare, dan ditargetkan rampung dalam 90 hari.

“Ini adalah kegiatan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan skunder pada daerah irigasi dengan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK),” jelas Sugiono.

Di tempat yang sama, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, dengan dibangunnya bendungan dan saluran ini, nantinya diharapkan bisa mengairi persawahan seluas 1.000 hektare.

Menurutnya, anggaran Rp 3,6 miliar tersebut, juga termasuk biaya untuk irigasi sampai ke pertanian.

Insya-Allah, bendungan dan saluran irigasi ini nantinya bisa menyalurkan pengairan ke 1.000 hektare sawah di Desa Blimbing dan sekitarnya. Harapan kami pertanian bisa berjalan dengan baik,” kata Dico.

Sementara itu, Kepala Desa Blimbing, Sutrisno berharap, dengan dibangunnya bendungan ini bisa mengairi sawah yang saat kemarau tidak ada airnya.

“Irigasi yang kita bangun ini, di samping untuk mengairi sawah, juga dimanfaatkan untuk pariwisata desa dan sudah berjalan selama dua tahun,” ungkapnya.(HS)

Share This

Sambut HUT Kemerdekaan, Hotel Ciputra Semarang Tawarkan Promo “Paket Merdeka”

Polda Metro Jaya Sebut Jakarta Sudah Herd Immunity Sesuai Rujukan WHO