in

Perantara Narkoba Diringkus di Cepiring, Kasatresnarkoba Polres Kendal: Upahnya Satu Paket

Pelaku saat diminta anggota Satresnarkoba Polres Kendal, untuk menunjukkan tempat menyimpan narkoba, di salah satu tempat di Kendal, Senin (4/10/2021).

 

HALO KENDAL – Satuan Reserse Narkoba Polres Kendal mengamankan seorang pemuda asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Ahmad Lutfi Aziz (23) yang diduga sebagai perantara narkoba di wilayah Kendal, Jumat (1/10/2021).

Kasatresnarkoba Polres Kendal, AKP Agus Riyanto mengungkapkan, tersangka diamankan karena berperan sebagai perantara transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

“Berkat laporan masyarakat, pelaku kita amankan karena kedapatan mengedarkan 34 paket narkoba jenis sabu-sabu di sejumlah titik di Kabupaten Kendal,” terangnya, Selasa (5/10/2021).

Dijelaskan, pelaku diringkus di pinggir jalan Desa Botomulyo, Kecamatan Cepiring dini hari, dengan barang bukti satu paket sabu-sabu yang dikemas di dalam sebuah bungkus.

“Pelaku menerima sejumlah paket sabu-sabu dari seorang kenalannya bernama Arifin. Tersangka berperan meletakkan paketan sabu-sabu di sejumlah titik yang sudah ditentukan sejak 25 September hingga 1 Oktober,” jelas Agus.

Disebutkan, barang bukti ada yang ditanam di area kantor Kecamatan Patebon dan Cepiring, kemudian di area batas Kota Patebon, dan beberapa tempat publik lainnya.

“Atas jasanya, tersangka mendapatkan upah satu paket sabu-sabu dan uang tunai satu juta rupiah,” kata Kasatresnarkoba.

Awalnya, tersangka mengaku diminta mengambil paketan narkotika di pinggir jalan lingkar Kaliwungu di bawah tiang listrik. Kemudian menunju ke Pom Bensin Karang Tengah untuk membuka paketan narkotika.

“Total ada 34 paket yang diterima pelaku dari temannya. Sebanyak 33 paket di antaranya berhasil ditanam di beberapa tempat agar bisa diambil oleh pemesan. Sedangkan satu paket sisa menjadi milik pelaku sebagai imbalan atas kerjaannya,” papar Agus.

Usai ditangkap Satresnarkoba Polres Kendal, Ahmad hanya bisa menunjukkan 12 paket sabu-sabu kepada pihak kepolisian. Sementara 22 paket lainnya sudah diambil oleh pemesan.

“Satu paket yang diamankan sebagai upah disimpan di saku celana. Untuk paketan lainnya ditanam di berbagai tempat. Ada yang di pot tanaman, ada juga yang ditanam di lahan umum pinggir jalan,” ungkap Agus.

Dari 12 paket tersisa, terdiri dari sembilan paket terbungkus isolasi warna merah dan tiga paket terbungkus isolasi warna putih.

“Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Subsidair Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas AKP Agus.(HS)

Share This

tes

Mantan Kades di Patebon Kendal, Nekat Mencuri Mobil Pengangkut Sampah

Unika Soegijapranata Sinergikan Riset Bersama Bank Indonesia