Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Meningkat Pada Masa Pandemi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy  (Foto:kemenkopmk.go.id)

 

HALO SEMARANG – Peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada masa pandemi ini meningkat tajam, seiring berbagai pembatasan yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Karena itu sumber daya manusia (SDM) Indonesia, juga harus mengusai hal ini agar tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa lain.

Pentingnya pengetahuan tentang TIK tersebut, disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, ketika menjadi pembicara pada acara The 1st International Conference on Information Technology and Education (ICITE), Sabtu (6/11).

Menurut dia, rencana kerja pemerintah tahun 2020, salah satunya menargetkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Namun hal itu tidak akan tercapai, tanpa penguasaan TIK.

Pada masa pandemi Covid-19, peran TIK menjadi semakin meningkat dan jauh lebih penting. TIK bahkan sudah dieksploitasi secara maksimal baik di dunia kerja, pendidikan, bisnis, hingga hiburan.

Ketika berbagai pembatasan dilakukan, para pegawai pemerintah dan banyak dari sektor lain, juga menerapkan work from home. Dalam dunia hiburan, para artis banyak pula yang mempublikasikan karyanya secara daring.

Dalam dunia pendidikan, TIK juga sangat berperan untuk mendukung proses belajar mengajar. “Setelah pandemi ini berakhir pun, TIK akan terus dimanfaatkan dalam pendidikan, terutama e-learning atau blended learning,” ujarnya, seperti dirilis kemenkopmk.go.id.

Pada konferensi yang digelar virtual oleh Universitas Negeri Malang tersebut, Menko PMK menegaskan, dunia pendidikan di Indonesia, harus beralih dari model pembelajaran tatap muka, menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Karena itu pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan akan terus disempurnakan. Berbagai strategi mulai dari penyediaan infrastruktur dengan dukungan teknis yang memadai, penggunaan TIK dalam semua mata pelajaran atau kuliah, pengaplikasian kurikulum berbasis TIK, serta penggunaan aplikasi dalam pembelajaran.

“Pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan diharapkan bisa mempercepat upaya pembangunan SDM Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain,” tukas Menko PMK.

Pasalnya, menurut Muhadjir, Indeks Daya Saing Global Indonesia berdasarkan data World Economic Forum September 2020 menempati peringkat ke-50 dari 141 negara. Peringkat itu turun lima posisi dari tahun sebelumnya dan mengindikasikan Indonesia masih lemah pada pilar kesiapan teknologi dan efisiensi tenaga kerja.

Melalui penguasaan TIK, sebutnya, diharapkan bisa membuka akses terhadap berbagai data dan informasi global. TIK dinilai sebagai modalitas utama pembangunan manusia Indonesia guna menghadapi dinamika global yang penuh tantangan zaman seperti saat ini.

“SDM Indonesia di era industri 4.0 selain harus memiliki bekal kompetensi, softskill, juga dipastikan harus menguasai teknologi, informasi, dan komunikasi agar bisa bersaing dengan dunia global,” kata Menko PMK. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.