in

Peran Danone, Serta Pentingnya Edukasi Tentang Gizi di Masa Transisi Menuju Endemi

Foto ilustrasi.

KASUS Covid-19 di Indonesia sudah semakin membaik. Hal itu ditunjukkan dari angka konfirmasi positif (positivity rate) di beberapa daerah yang semakin menurun. Saat ini Indonesia sudah bisa dikatakan dalam tahap transisi menuju endemi. Yakni kondisi saat kasus Covid-19 masih ada, tetapi sudah tidak menakutkan lagi. Selain positivity rate di bawah 5 persen, tingkat kematian dan hospitalisasi yang kecil, endemi juga ditandai dengan bilangan reproduksi efektif yang berada di bawah 1.

Meski begitu, endemi dapat tercapai apabila tanda-tanda baik tersebut sudah konsisten berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan berturut-turut. Oleh sebab itu, masyarakat dituntut tetap mempertahankan protokol kesehatan hingga situasi tetap aman sampai seterusnya. Apalagi masih berpotensinya varian baru atau potensi penyakit baru, yang bisa diminimalisir penularannya dengan kesadaran penerapan protokol kesehatan.

Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes, Drg Widyawati, MKM mengatakan, dalam penanganan permasalahan kesehatan, pemerintah akan terus melakukan kebijakan sesuai dengan perkembangan terbaru terhadap beberapa isu kesehatan prioritas seperti penanganan Covid-19 hingga stunting. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam “Cyber Media Forum” yang digelar Danone Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Rabu (22/9/2022).

Dikatakan, masyarakat sekarang cenderung abai pada pentingnya penerapan protokol kesehatan. Maka untuk itu pihaknya terus berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, salah satunya kerja sama dengan media sebagai salah satu penyaluran informasi.

“Protokol kesehatan sebenarnya tak hanya untuk menanggulangi masalah Covid-19 saja. Misalnya pakai masker, sebenarnya bisa untuk pencegahan penularan penyakit lain seperti flu atau TBC. Begitu juga dengan kebiasaan mencuci tangan, bisa menghindari masuknya bakteri jahat melalui makanan yang masuk ke mulut kita,” katanya.

Terpenting pula, adalah pentingnya konsumsi makanan bergizi dan sehat untuk meningkatkan imunitas tubuh. “Indikator kesehatan di Indonesia termasuk penanganan Covid-19 dapat membaik dengan kolaborasi multipihak dan dukungan dari masyarakat dan media. Adapun beberapa kebiasaan baik yang tercipta selama pandemi beberapa tahun terakhir, seperti penerapan protokol kesehatan disertai makan sehat dan gizi yang seimbang dibutuhkan sesuai dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan implementasi pedoman isi piringku, sangatlah penting tidak hanya dalam percepatan penanganan pandemi namun juga menjaga kesehatan masyarakat secara luas,” katanya.

Pihak-pihak yang mungkin bisa membantu dalam kolaborasi penanganan masalah ini selain dari media massa, juga pihak swasta. Salah satu yang terus berupaya untuk berperan dalam upaya penanganan masalah penanganan pandemi adalah Danone.

Corporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mengedukasi masyarakat akan isu kesehatan dan nutrisi melalui jurnalis sebagai key opinion leader dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Khususnya tentang penyampaian pemahaman akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, meski masalah pandemi Covid-19 mulai membaik. Informasi dari media massa, dinilainya penting sebagai penyalur informasi yang benar.

“Sebagaimana misi kami yakni membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang, kami terus berkomitmen untuk membawa kesehatan ke banyak masyarakat tidak hanya melalui operasional bisnis kami, namun juga upaya edukasi yang dilakukan untuk publik,” katanya.

Danone sendiri merupakan salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang. Dalam hal penanganan stunting, Danone Indonesia memiliki payung program Bernama “Bersama Cegah Stunting” yang merupakan program kerjasama dengan multistakeholder dalam pelaksanaan gizi seimbang dan pendidikan serta intervensi gizi khusus, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

“Program ini juga mencakup ruang lingkup memfasilitasi koordinasi, identifikasi, dan informasi terkait lokasi stunting, pemberdayaan dan penyuluhan, penelitian, serta pemantauan dan evaluasi. Upaya edukasi yang kami lakukan melalui edukasi tentang pentingnya gizi seimbang pada Isi Piringku, meningkatkan kebiasaan minum air putih 7-8 gelas dalam program Ayo Minum Air (AMIR), memberikan edukasi anemia sebagai tindakan pencegahan untuk memutus mata rantai stunting sedini mungkin,” katanya.

Danone Indonesia juga mendukung pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk memerangi pandemi Covid-19 dengan berkomitmen untuk mendonasikan total sebesar Rp 56 miliar dalam bentuk donasi produk, dukungan nutrisi, APD, peralatan medis, kolaborasi, lebih dari 160 pusat vaksinasi, dan pendukung lainnya.

“Karyawan kami juga 100% divaksinasi lengkap dan mendapatkan booster,” tegasnya.

Masalah Kesehatan

Sementara Pengurus Pusat Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr CSP Wekadigunawan, MPH, PhD mengatakan, pandemi Covid-19 telah membukakan mata dan kesadaran banyak pihak bagaimana esensi kesehatan berperan penting, tidak hanya dalam kehidupan seseorang. Namun juga dalam lingkup masyarakat yang lebih luas.

Terlepas dari permasalahan Covid-19, Indonesia juga menghadapi berbagai permasalahan kesehatan, baik masalah kesehatan yang menular dan tidak menular yang disebabkan oleh faktor lingkungan, gizi, dan nutrisi dan berbagai faktor lainnya.

Sehingga mitigasi dan pencegahan sebagai bentuk kesiapan akan terjadinya permasalahan kesehatan lainnya dibutuhkan, seperti halnya yang tergambar dalam pendekatan One Health yang melibatkan multistakeholders. Baik dari sisi pakar/ahli, pemerintah, industri, pihak swasta, maupun masyarakat.

“Tentu dengan contoh aksi konkret yang bisa dilakukan. Seperti pemahaman dan akan penerapan gaya hidup sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Menanggapi tentang persoalan kesadaran masyarakat akan gizi, Ketua Departemen Ilmu Gizi FKUI, Dr Nurul Ratna, M.Gizi,SpGK menjelaskan, air di dalam tubuh manusia adalah hal yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Tanpa adanya air yang cukup dan berkualitas, organ tubuh vital tidak dapat berfungsi dengan baik. Sayangnya, lanjut Nurul, tidak semua orang menyadari besarnya fungsi air dalam tubuh sehingga sering kurang minum.

Nurul mengungkapkan, saat ini penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 5 anak-anak dan remaja belum cukup minum, dan juga 1 dari 4 orang dewasa belum cukup minum. Padahal kata Nurul, setidaknya manusia dianjurkan untuk minum minimal 2 liter per hari untuk orang dewasa dan 1,2 liter perhari untuk anak-anak.

“Selain itu, penting juga bagi kita untuk memperhatikan kriteria air minum yang baik, yaitu tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Hal yang perlu diingat juga kita harus memastikan sumber airnya murni, berkualitas dan terlindungi. Khususnya untuk meningkatkan ketahanan tubuh di tengah krisis kesehatan,” jelas Nurul.

Terlepas dari permasalahan kesehatan dan nutrisi yang terjadi, saat ini masyarakat juga masih dibayangi akan tantangan kesehatan masyarakat pasca-pandemi. Saat ini, katanya, Indonesia memang sedang memasuki masa transisi menuju endemi.

“Perlu ada edukasi terkait peningkatan kesadaran masyarakat akan gizi dan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan air. Selain untuk pencegahan penyakit menular seperti Covid-19, juga bisa untuk penanganan masalah lain semacam ancaman stunting,” paparnya.(HS)

Ketua TP PKK Kota Semarang Siapkan Pendampingan Psikologis Bagi Keluarga Almarhum Iwan Budi

Purnatugas, Sejumlah PNS di Demak Bakal Dapat Kenaikan Pangkat Pengabdian