Perajin Rambak Cakar di Buntalan Mulai Bangkit

Tri Winingsih, pemilik usaha rambak cakar Sumber Rejeki (SR) Aris Sting, di Jalan Lemahireng, Sabrah, Buntalan, Klaten Tengah. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Para perajin rambak cakar di Buntalan yang sejak awal pandemi sepi pembeli, kini mulai bangkit.

Tri Winingsih (39), pemilik usaha rambak cakar Sumber Rejeki (SR) Aris Sting, menuturkan dia ikut merasakan dampak ekonomi akibat pandemi. Saat itu penjualan merosot hingga hanya 50 %.

“Dulu banyak yang beli, sekarang satu hari hanya 40 kilo rambak basah. Kalau yang matang (tinggal makan) satu hari 10 kilo sampai 15 kilo saja. Selama pandemi turun banyak, apalagi tahun kemarin (2020) tidak ada pemasukan sama sekali,” kata dia, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Pengusaha dengan rumah produksi di Jalan Lemahireng, Sabrah, Buntalan, Klaten Tengah itu, menuturkan dampak ekonomi itu benar-benar terasa, hingga dia terpaksa meminta cicilan kreditnya diperpanjang.

Dia menuturkan, bersama suaminya Wariso, sudah menjadi perajin rambak cakar sejak 2012. Tetapi saat ini Wiwik fokus mengurus dua buah hatinya dan Wariso yang fokus mengelola usaha tersebut dan dibantu satu orang pekerja.

Ia juga membeberkan bahwa ada 7 perajin rambak cakar yang senasib dengannya selama masa pandemi ini.

Kini Wiwik bersama suaminya mulai merangkak dan kembali bangkit untuk memasarkan produknya. Ia mengaku tetap menjaga cita rasa Rambak Cakar dan soal harga sesuai harga bahan baku bisa naik atau turun.

“Menjelang Lebaran ini Rambak Cakar seharga Rp. 32.000 per 2 Ons dan pada hari biasa hanya Rp 26.000 per 2 ons. Kami juga menjual usus, belut, dan paru. Pandemi semoga segera berakhir dan banyak yang kembali bisa membeli ke sini lagi,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.