Perajin Keripik Singkong Di Boja Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Pandemi

Rubiah, perajin keripik singkong di Dusun Krajan, Kecamatan Boja, Kendal.

 

HALO KENDAL – Tak jelas kapan berakhirnya masa pandemi Covid-19 ini, berdampak pada sentra usaha perajin keripik singkong di Dusun Krajan, Kecamatan Boja, Kendal.

Pasalnya, selain pesanan terus menurun drastis, sejumlah pengrajin terpaksa menghentikan usahanya karena barang yang diproduksi tidak terjual.

Rubiah (52), salah satu pengrajin keripik singkong yang masih bertahan di tengah pandemi Covid-19, mengaku sangat terpukul karena permintaan pasar menjadi berkurang.

“Saya bersama suami dan anak, mencoba merintis usaha keripik singkong jumbo, untuk memutar roda perkonomian keluarga,” ungkapnya, Senin (12/10/2020).

Namun seiring datangnya pandemi Covid-19 sejak awal tahun lalu, usaha yang telah dirintasnya selama 20 tahun tersebut, kini mulai goyah.

“Selain pesanan terus menurun beberapa pekan produksi keripik singkong terpaksa berhenti total karena tidak ada pesanan,” ujar Rubiah.

Padahal menurutnya, sebelum pandemi, setiap hari mampu memproduksi keripik singkong hingga satu ton.

“Sekarang, tiap hari kami hanya bisa memproduksi sekitar 3 kuintal keripik singkong itupun saat ada pesanan dari para pelanggan,” jelasnya.

Dikatakan, untuk harga keripik singkong jumbo yang rasanya gurih dan renyah, di jual dengan harga Rp 20.000 perkilonya.

“Untuk pemasaran, biasanya diambil langsung oleh sejumlah pedagang dari berbagai wilayah seperti Semarang, Solo, Yogyakarta hingga Bandung,” pungkas Rubiah.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.