in

Peragakan 23 Adegan, Pelaku Pembunuhan Wanita Di Kamar Kos Jalani Pra-Rekonstruksi

Salah satu adegan pra-rekonstruksi pembunuhan terhadap Raras Kurnia Dewi (29) warga Kabupaten Kebumen di salah satu rumah kos D’Paragon, Jalan Jogja, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan.

 

HALO SEMARANG – Satreskrim Polrestabes Semarang melakukan pra-rekontruksi pembunuhan terhadap Raras Kurnia Dewi (29), warga Kabupaten Kebumen yang meninggal dunia setelah dibunuh oleh pria yang ia kenal lewat sosial media.

Pelaku berinisal GDME (17) membunuh cewek yang diduga berprofesi sebagai wanita pekerja seks (WPS) sistem online, di kamar kos korban, D’Paragon No 36, Jalan Jogja, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Jumat (3/7/2021).

Tersangka yang tak lulus SD itu dengan wajah dingin melakukan rekontruksi tahap demi tahap. Total ada 23 adegan diperagakan dalam rekontruksi tersebut.

Dalam reka adegan terungkap, ternyata korban membunuh korban tiga hari sebelum ditemukan. Antara tersangka dan korban juga sempat melakukan hubungan intim sebelum terjadi pembunuhan di kamar kos tersebut.

“Kami dapat informasi temuan mayat korban tanggal 5 Juli, tersangka melakukan pembunuhan pada tanggal 2 Juli atau tiga hari sebelum mayat korban ditemukan,” terang Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana.

Ia menjelaskan, tersangka berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook. Selepas berkenalan berlanjut dengan bertemu di kamar kos mewah di daerah Randusari, Semarang Selatan tersebut.

Tersangka masuk ke kamar korban pada pukul 18.00, mereka berdua sempat melakukan hubungan intim sebanyak satu kali. Setelah itu, secara bergantian korban dan tersangka membersihkan diri di kamar mandi.

Tersangka lalu membunuh korban tepatnya saat korban tengah berkaca di depan cermin. Tersangka menyerang korban dengan mencekiknya dari belakang hingga korban meregang nyawa.

Selepas kurang lebih dua jam di dalam kamar korban, tersangka keluar meninggalkan korban dalam kondisi meninggal dunia. Sejumlah barang milik korban dibawa tersangka seperti handphone dan uang sebesar Rp 300 ribu.

Tersangka meninggalkan kamar tersebut dengan menguncinya dari luar. Kunci kamar lalu dibuang di wilayah Kabupaten Semarang.

“Dari pra-rekontruksi ini benar-benar yang diperbuat tersangka yang mana tersangka masih ingat semua. Kemudian kami lakukan pendalaman dengan pemeriksaan apakah ada adegan yang belum atau yang kurang nantinya sambil berjalan,” tandasnya.

Sementara itu, dalam pra-rekontruksi mendapat pengawalan ketat Unit Resmob Polrestabes Semarang. Terdapat pula anggota dari  Unit Inafis Polrestabes, LBH Ratu Adil dan Balai Pemasyarakatan (Bapas), sebab tersangka masih di bawah umur.

Diberitakan sebelumnya, GD (17) warga Tuksari, Kledung, Temanggung, menjadi tersangka kasus pembunuhan di kos mewah Jalan Jogja nomor 26, Kota Semarang.

Pelaku yang masih di bawah umur tersebut sejauh ini diketahui sudah melakukan aksinya sebanyak dua kali di Wonosobo dan Semarang.

Modus tersangka sama dengan berkencan dengan korban, kemudian berusaha menghabisi nyawa korban dengan cara membekap dan mencekik.

Namun untuk kasus di Wonosobo korban berhasil selamat. “Tersangka bekerja di perusahaan pemotongan ayam di Temanggung,” terang Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar saat konferensi pers, Jumat (6/8/2021).

Ia melanjutkan, penangkapan tersangka Selepas Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang melakukan serangkaian penyelidikan kemudian mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di wilayah Wonosobo.

Kemudian Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang pada
hari Kamis (5/8/2021) pukul 07.30 WIB berhasil mengamankan tersangka di wilayah Wonosobo.

“Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polrestabes Semarang guna dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah HP merk Oppo A53 warna hitam. Satu unit sepeda motor Suzuku Nex, pelat AB6380CH dan sejumlah pakaian yang dikenakan tersangka saat beraksi.

Tersangka dapat dikenai pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHPidana ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun dan
Pasal 365 ayat (3) KUHPidana dengan pidana penjara 15 tahun.(HS)

Share This

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Jatuh Dari Pohon Sukun

Petugas Lapas Semarang Gagalkan Upaya Penyelundupan Handphone