Penyuluh KB di Rembang Juga Antar Pil dan Kondom

Rapat koordinasi Ikatan Penyuluh KB se Kabupaten Rembang, di Hotel Pollos, Rabu (4/11) (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Para penyuluh KB di Kabupaten Rembang, pada masa pandemi ini juga memiliki tugas tambahan. Mereka juga mengantarkan pil KB dan kondom kepada para kader.

”Distribusi Pil, kondom ini kita langsung ke rumah kader. Kader telpon butuh berapa kita langsung jalan ke Desa. Kalau dulu mereka bisa ke puskesmas atau ke bidan desa, ” kata Ketua IPeKB Rembang, Didik Ismanto, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Menurut dia, pandemi Covid-19 juga berpengaruh pada KB. Sebelum pandemi, masyarakat ber KB ke puskesmas tidak dibatasi jumlahnya, tetapi saat ini dibatasi tiap harinya dengan jumlah tertentu untuk menghindari kerumunan.

Karena itu agar Program KB tetap berjalan dengan baik, dilakukan beragam upaya, antara lain dengan mengantarkan alat kontrasepsi ke masyarakat, melalui para kader.

Penjelasan itu disampaikan Didik, dalam rapat koordinasi Ikatan Penyuluh KB se Kabupaten Rembang, di Hotel Pollos, Rabu (4/11).

Rakor tersebut mengambil tema “Penyuluh KB 4.0 Bekerja Dengan Cerdas, Kreatif dan Inovatif Dalam Tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru”.

Lebih lanjut Didik mengatakan, rakor kali ini membahas cara agar pada masa pandemi covid-19 ini, penyuluh KB tetap eksis menjalankan program KB. Ada perubahan- perubahan yang dilakukan para penyuluh KB saat ini, di antaranya memaksimalkan media sosial dan aplikasi chatting karena tidak lagi dapat mengumpulkan orang banyak.

Dalam kesempatan itu Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur, berharap penyuluh KB di Rembang bisa bekerja maksimal dan melahirkan terobosan baru, di masa pandemi covid-19.

Terlebih di Rembang bisa dibilang wilayah cakupan satu penyuluh KB sangat luas, satu penyuluh KB bisa mendampingi 6 desa bahkan lebih.

“Dulu satu penyuluh pendampingannya 2 desa, sekarang satu penyuluh KB bisa 9 sampai 20 desa. Karena memang yang pensiun banyak, tetapi penyuluhnya tidak ditambah, tadi saya tanya untuk Jawa Tengah saja 45 orang penyuluh kb penambahannya, kalau di Rembang ada 294 desa/kelurahan , penyuluh KB nya hanya ada 44 orang, jadi satu penyuluh bisa mendampingi 6 sampai 7 bahkan lebih, ” katanya.

Pjs Bupati berharap, penyuluh tidak hanya melihat berapa banyak desa yang diampu.

Penyuluh bisa mengoptimalkan keberadaan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa ( PPKBD), Sub PPKBD sampai dengan rekan- rekan Jogo Tonggo yang ada di desa.

Lebih lanjut Imam menyarankan adanya rekomendasi dari rakor yang disampaikan kepada Pemkab Rembang untuk optimalisasi program KB. Sehingga rakor tidak hanya sebatas kumpul- kumpul saja. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.