in

Penyerapan Anggaran KUR Paling Tinggi di Jawa Tengah, Ini Daerahnya

Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah Muhdi.

HALO SEMARANG – Hingga 31 Desember 2023, realisasi penyaluran kredit program mencapai Rp 46,04 triliun kepada 1,43 juta kreditur. Terdiri dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 44,84 triliun kepada 1,13 juta debitur, dan kredit usaha mikro (UMi) Rp 1,19 triliun kepada 301,52 ribu debitur.

“Sedangkan, berdasarkan wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah sampai Desember 2023, penyaluran KUR terbanyak di Kabupaten Pati dengan jumlah penyaluran mencapai Rp 2,56 triliun untuk 60.416 debitur, dan yang terkecil di Kota Magelang dengan jumlah penyaluran Rp 136,67 miliar untuk 3.129 debitur,” ujar Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah, Muhdi, saat menyampaikan kinerja APBN dan APBD wilayah Jawa Tengah periode sampai 31 Desember 2023, baru-baru ini.

Menurut Muhdi, dukungan program pembiayaan turut dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya saing UMKM sehingga bisa meningkat ke skala usaha yang lebih besar.

Selanjutnya, penerimaan APBN Jawa Tengah sampai dengan 31 Desember 2023 berhasil mencapai Rp111,85 triliun (105,73 persen dari target), serta realisasi belanja APBN mencapai Rp 108,57 triliun (97,63 persen dari pagu).

“Kinerja penerimaan masih tumbuh positif didukung kinerja kegiatan ekonomi yang baik. Realisasi
penerimaan perpajakan mencapai Rp 49,85 triliun (109,48 persen dari target) tumbuh kuat sebesar 7,44 persen dari realisasi tahun 2022, di tengah gejolak perekonomian global yang sangat dinamis. Penerimaan Kepabeanan dan Cukai berhasil mencapai Rp 55,06 triliun (104,93 persen dari target), dengan kontribusi terbesar diberikan oleh penerimaan cukai sebesar Rp 52,85 triliun (105,18 persen dari target). Adapun realisasi PNBP terjaga tetap positif dengan realisasi Rp 6,94 triliun (146,45 persen dari target),” katanya.

Adapun realisasi belanja Kementerian Lembaga (K/L) berhasil terealisasi sebesar Rp 41,89 triliun (94,95 persen dari alokasi). Secara nominal realisasi ini naik signifikan sebesar Rp4,08 triliun (10,78 persen) dibandingkan realisasi tahun 2022.

Hal ini ditopang dari pemanfaatan automatis ada0009⁹djustment Kementerian/Lembaga (K/L) serta optimalisasi alokasi belanja guna melanjutkan berbagai proyek prioritas.

Sedangkan pada APBD, pendapatan daerah di Jawa Tengah sampai dengan 31 Desember 2023 terealisasi sebesar Rp107,16 triliun (97,67 persen dari target). Realisasi PAD sebesar Rp33,41 triliun (94,66 persen dari target) mengalami kenaikan sebesar 3,47 persen (y-on-y).

“Hal ini mengindikasikan kemandirian fiskal pemerintah daerah semakin baik. Sedangkan TKD telah terealisasi sebesar Rp 66,68 triliun (99,39 persen dari target), meningkat sebesar Rp 2,43 triliun (3,79 persen) dibandingkan realisasi tahun 2022 yang mengindikasikan kinerja pengelolaan pemerintah daerah di Jawa Tengah semakin baik,” papar Muhdi. (HS-06)

Pemeriksaan KPK di Lingkungan Pemkot Semarang, Ini Penjelasan Sekda Kota Semarang

Samsung Buka-bukaan Soal Keunggulan Exynos 2400 di Galaxy S24 dan S24+