in

Penyembelihan Hewan Kurban Diminta Dilakukan di RPH, Ini Alasanya

Foto ilustrasi kurban.

 

HALO SEMARANG – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeswan) Provinsi Jawa Tengah memastikan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) mampu menampung penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Lalu M Syafriadi mengatakan, penyembelihan di RPH sebagai upaya mencegah perluasan kasus Covid-19 yang saat ini semakin meningkat.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini kami tetap mengimbau pemotongan ternak dilakukan di RPH. Bilamana memang karena kondisi di RPH yang terbatas, maka bisa juga dilakukan di masjid-masjid namun saya tekankan protokol kesehatan menjadi wajib,” kata Lalu kepada halosemarang.id, Selasa (29/6/2021).

Selain mencegah potensi kerumunan pada saat penyembelihan hewan kurban, ia mewanti-wanti masyarakat untuk memperhatikan kondisi tubuh hewan. Sebab, selain Covid-19, penyakit antraks juga masih mengancam kesehatan hewan dan manusia.

Lalu menjelaskan, antraks merupakan penyakit hewan menular strategis yang disebabkan oleh bakteri dan itu bersifat zoonosis, artinya bisa menular kepada manusia.

“Ini terjadi juga pada sapi, kambing dan kerbau. Jadi hewan kurban kita itu bisa saja berpotensi terkena penyakit antraks,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam pemilihan hewan kurban, ia meminta pemerintah kabupaten/kota, peternak, dan penjual hingga masyarakat memperhatikan betul kondisi kesehatan hewan dengan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Karena, Jawa Tengah merupakan wilayah endemis antraks.

“Kepada seluruh peternak dan kepada dinas kabupaten kota yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan agar ternak-ternak yang diperjualbelikan untuk kebutuhan kurban sudah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan, atau sertifikat veteriner yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh dokter hewan berwenang di kabupaten/kota,” ujarnya.

Lebih lanjut, tidak hanya antraks, ia menuntut masyarakat juga perlu hati-hati adanya cacing hati. Sebab, pada tahun 2020 cacing hati juga masih banyak ditemukan pada hewan kurban.

“Kepada para penjual ternak jangan lupa untuk memberikan atau menyuntik obat cacing, satu bulan sebelum kurban itu dilakukan. Karena berdasarkan catatan kami, masih ditemukan cacing hati di kasus-kasus kemarin. Terutama pada sapi, paling banyak jumlahnya,” tambah Lalu.

Berdasarkan data dari Diskeswan Provinsi Jawa Tengah, kebutuhan hewan ternak yang dipotong saat Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 M lalu, kurang lebih sebanyak 401.267 ekor. Jumlah ini terbagi dari 92.081 ekor sapi, kerbau sebanyak 3.846 ekor, kambing sebanyak 234.505 ekor, dan 70.835 ekor domba.

Sedangkan tahun 2021, dari total ketersediaan hewan ternak sebanyak 1.258.713 ekor. Lalu memprediksi kebutuhan hewan kurban kurang lebih sekitar 437.942 ekor.

“Ini perkiraan-perkiraan dari kita menggunakan pendekatan regresi, pendekatan populasi yang dari tahun sebelumnya. Tahun ini kami perkirakan 437.942 ekor dan di antaranya 101.289 ekor sapi, kerbau 4.031 ekor, kemudian kambing ada 257.955 ekor, untuk domba 74.277 ekor,” pungkas Lalu.(HS)

Share This

Solusi Cerdas Simpan Emas, Pegadaian Luncurkan Titipan Emas dan Gadai Titipan Emas

Panglima TNI Perintahkan Gencarkan Serbuan Vaksinasi