in

Penyehat Tradisional Jadi Alternatif Pelayanan Kesehatan

Penerimaan Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT), di Hotal Attaya, Kecamatan Ngemplak. (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Para penyehat tradisonal, sebagai bagian dari pelayanan kesehatan kepada masyarakat, harus bekerja sesuai standar mutu, standar keterampilan, dan standar ramuan. Pelayanan kesehatan alternatif ini, juga bisa berdampingan dengan pelayanan konvensional yang selama ini sudah dikenal masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina dalam acara Penerimaan Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT), di Hotal Attaya, Kecamatan Ngemplak.

“Juga untuk menggali bagaimana warisan leluhur kita, warisan nenek moyang kita yang terkait dengan pelayanan kesehatan, terkait dengan ramuan ramuan tradisional, terkait dengan keterampilan, yang bisa untuk meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh. Ini bisa kita lestarikan supaya tidak dilupakan oleh anak cucu kita,” ujarnya, seperti disampikan boyolalikab.go.id, Selasa (24/11).

Terlebih di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), ramuan tradisional yang berasal dari empon-empon, menjadi salah satu alternatif penting, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Sehingga secara tidak langsung ini juga berfungsi untuk menangkal penyakit Covid-19 yang akan menginfeksi di tubuh masyarakat

“Pelayanan penyehatan tradisional ini akan menjadi alternatif yang sama dengan pelayanan kedokteran yang lainnya. Jadi dia akan memberikan penunjang bagi masalah masalah kesehatan yang tidak bisa diselesaikan oleh pelayanan kedokteran,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ratri menyerahkan STPT kepada 86 penyehat tradisional yang tergabung dalam Paguyuban Penyehatan Tradisional (Hatra) di seluruh Kabupaten Boyolali.

Salah satunya diberikan kepada praktisi akupresur, Tumino. Dia mengungkapkan dengan adanya STPT tersebut, masyarakat akan lebih percaya karena sudah mengantongi izin dari pihak yang berwenang.

“Masyarakat semakin tahu bahwa kita sudah dapat izin dan dapat legalitas, sangat penting sekali. Pastinya akan lebih percaya bukan penyehat yang abal-abal, penyehat yang punya ilmu, penyehat yang punya kualitas,” ujar pria asal Desa Bangak, Kecamatan Banyudono ini. (HS-08)

Share This

Lagi, Rembang Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Cilacap

Masih Ada Pekerjaan Pengeprasan Jalan, Jalur di Simpang Hanoman Sering Macet