in

Penyaluran KUR Sektor Pertanian Capai Rp 42,7 Triliun di Tahun 2021

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Pinjaman KUR Pertanian melalui konferensi video, Senin (26/07). (Foto: Setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2021, telah mendekati pola normal sebelum pandemi Covid-19, dengan rata-rata penyaluran Rp 21,84 triliun per bulan.

“Peningkatan KUR tersebut, karena perekonomian mulai pulih dan tingkat suku bunga yang rendah sekitar 3 persen, di mana pemerintah memberikan tambahan subsidi (bunga KUR) sebesar 3 persen,” kata Airlangga, dalam keterangan pers, seusai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Pinjaman KUR Pertanian, yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melalui konferensi video, Senin (26/07).

Realisasi KUR dari Januari hingga 25 Juli tahun ini, secara keseluruhan meningkat menjadi sebesar Rp 143,14 triliun atau 56,58 persen dari target tahun 2021, yaitu Rp 253 triliun. KUR ini disalurkan kepada 3,87 juta debitur. Total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp 283 triliun dan Non Performing Loan (NPL) sangat rendah yaitu 0,88 persen.

Penyaluran KUR pada sektor pertanian, juga meningkat pesat pada 2021 ini, dengan total penyaluran mencapai Rp 42,7 triliun. “Dari Rp 70 triliun target tahun 2021, penyalurannya sudah Rp 42,7 triliun. KUR pertanian dari tahun ke tahun, meningkat dan tahun 2020 ke 2021 meningkat 29,8 persen,” imbuhnya.

Secara lebih rinci, Airlangga memaparkan, KUR di sektor pertanian pada 2021 antara lain disalurkan kepada subsektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp 9,5 triliun, pertanian padi Rp 7,8 triliun, perkebunan tanaman lainnya dan kehutanan Rp 5,5 triliun, pertanian hortikultura dan lainnya Rp 5,2 triliun, pembibitan dan budidaya sapi Rp3,9 triliun, pembibitan dan budidaya domba dan kambing Rp3,5 triliun, pertanian palawija Rp2,7 triliun, mix farming Rp 2,6 triliun, serta pembibitan, pembenihan, budidaya, dan jasa lainnya Rp1,1 triliun.

“Jadi secara klaster, itu KUR pangannya Rp 26,8 triliun, KUR hortikulturanya Rp 7,84 triliun, perkebunannya Rp 20,3 triliun, dan peternakan Rp 15,1 triliun dari segi target, tadi realisasinya,” ujarnya.

Lebih lanjut Airlangga memaparkan, selain memberikan tambahan subsidi bunga sebesar tiga persen, pemerintah juga telah meningkatkan plafon KUR tanpa agunan dari yang sebelumnya Rp 50 juta menjadi Rp100 juta.

Pemerintah juga memberikan fasilitas KUR khusus untuk berkelompok atau klaster komoditas pertanian dan komoditas produktif lainnya. Selain itu juga dilakukan relaksasi terhadap sejumlah ketentuan KUR, seperti penundaan pembayaran pokok dan perpanjangan jangka waktu.

“Kebijakan KUR yang dikeluarkan, ini terkait dengan tanpa agunan, pemerintah sudah menaikkan (plafon) dari Rp 50 menjadi Rp 100 juta, dan KUR klaster ini menjadi hal yang akan terus didorong,” kata dia. (HS-08)

Share This

Arab Saudi Pulangkan 200 Warganya dari Indonesia

Dirut Pegadaian Kuswiyoto Raih 2 Penghargaan CEO 2021