Penyaluran BPUM dan Relokasi Pedagang di Pasar Weleri Jadi Sorotan DPRD

Rapat Komisi B DPRD Kendal dengan mitra kerja terkait, dalam rangka rencana penggunaan APBD perubahan 2020 dan rencana kegiatan tahun 2021, di Ruang Rapat Komisi B, Senin (9/11/2020).

 

HALO KENDAL – Komisi B DPRD Kabupaten Kendal menggelar rapat kerja dengan sejumlah mitra kerja organisasi perangkat daerah (OPD), dalam rangka rencana penggunaan APBD perubahan 2020 dan sekaligus rencana kegiatan tahun 2021.

Dalam rapat kerja yang dilaksanakan di ruang rapat komisi B, di antaranya pembahasan penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dan relokasi pedagang sayur dari Pasar Weleri 1 ke Pasar Weleri 2.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, Dian Alfat Muchammad dalam Rapat Kerja dengan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperunkop UKM) Kabupaten Kendal mengatakan, penyaluran BPUM menjadi sorotan, mengingat banyaknya masukan dari masyarakat yang menilai bantuan tersebut masih belum tepat sasaran.

“Kami telah meminta Disperinkop UKM Kendal untuk menindaklanjuti dengan memverifikasi penerima bantuan yang proses pendaftarannya dilakukan secara online,” ungkapnya usai memimpin rapat.

Sementara itu terkait rencana pemindahan lapak pedagang sayur dan buah-buahan dari Pasar Weleri 1 ke Pasar Weleri 2, telah ditindaklanjuti oleh Pemkab Kendal.

Menurutnya, lahan kosong di Pasar Weleri 2 yang akan digunakan untuk relokasi para pedagang, telah dilakukan pengurugan.

“Lahan kosong di Pasar Weleri 2 yang akan digunakan untuk relokasi para pedagang sayur telah selesai diurug dengan menggunakan APBD perubahan 2020. Kami minta Dinas Perdagangan untuk menganggarkan kelanjutan pembangunannya di tahun 2021,” terang Dian.

Angota dewan termuda dari Fraksi PKB tersebut berharap, keberadaan pedagang sayur yang dinilai mengganggu pengguna jalan, dapat menempati lokasi baru yang disediakan.

“Selain itu kami berharap depan Pasar Weleri 2 dapat ditata lebih baik,” tandasnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Kendal, Sri Supriyati menambahkan, ada banyak isu yang dibahas dalam rapat kerja dengan mitra OPD.

“Selain penyaluran BPUM dan relokasi pedagang Pasar Weleri, masalah kelangkaan pupuk, dan kekurangan produktivitas perikanan di Kabupaten Kendal. Hal ini akibat perambahan wilayah tambak produktif dengan ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus sebagai bagian dari proyek strategis nasional,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah sudah melakukan inovasi dan terobosan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses bantuan ini.

“Langkah terbaru yang dilakukan untuk penyaluran BPUM yakni dengan membuat website khusus yang bisa diakses oleh masyarakat, untuk memastikan apakah mereka mendapatkan bantuan itu atau tidak,” ungkapnya.

Menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut, ada beberapa link akses yang bisa diakses oleh masyarakat, sehingga terjadi tumpang tindih data.

“Ada Kementerian Koperasi, kemudian BRI, ada juga Pegadaian dan ada juga dari BNI. Dari masing-masing link tersebut, bisa diakses oleh masyarakat. Sehingga mengakibatkan tumbuhnya pengusul,” terangnya.

Akhirnya, lanjut Atik sapaan akrabnya, ada ketidak sesuaian data saat verifikasi di tingkat pusat dengan di lapangan.

“Bukan ketidaksesuaian personalnya, tapi ketidaksesuaian yang sebenarnya masyarakat tersebut mampu malah mendapatkan. Sedangkan masyarakat yang tidak mampu malah tidak mendapatkan bantuan,” tandasnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Disperinkop UKM Kabupaten Kendal, Kun Cahyadi mengaku, terkait jumlah, bisa diketahui setelah dari Kementerian Koperasi menyampaikan data kepada pihaknya.

“Informasi terakhir dari Kementerian Koperasi RI, ada 85 ribu penerima di Kabupaten Kendal. Itu pun belum ada pencairan sampai sekarang,” kata Kun Cahyadi.

Terkait data, dia menegaskan, semua data langsung masuk ke Kementerian Koperasi melalui link website. Jadi dinas-dinas di daerah hanya menerima informasi data dari Kementerian Koperasi RI.

“Sampai akhir bulan November ini data terus menerus masuk ke Kementerian Koperasi, melalui link webnya. Jadi kita tidak tahu berapa jumlah yang masuk sekarang, karena lewatnya link,” pungkas Kun Cahyadi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.