in

Penurunan Angka Stunting Terus Digencarkan Pemkab Kendal

Penandatanganan percepatan penurunan stunting oleh Wabup Kendal Windu Suko Basuki bersama kepala Dinkes Kendal, Kepala Disdikbud Kendal dan Kepala DKP Kendal, di acara Rembuk Stunting, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (20/7/2022)

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal menargetkan penurunan angka stunting 3,5 – 5 persen sampai tahun 2023 mendatang. Berbagai program telah dipersiapkan untuk berkolaborasi dengan instansi lainnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting, Windu Suko Basuki, yang juga selaku Wakil Bupati Kendal, usai usai acara Rembug Stunting yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Rabu (20/7/2022).

Acara dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Muhammad Makmun, jajaran perwakilan Forkopimda, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Parno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wahyu Yusuf Akhmadi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Hudi Sambodo, serta perwakilan TP PKK Kabupaten Kendal, Camat dan puskesmas yang ada di Kabupaten Kendal.

Acara juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama, antara Pemerintah Kabupaten Kendal dengan stakeholder.

Menurut Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut, jika melihat angka-angka penderita stunting atau kurang gizi di Kabupaten Kendal ini sangat memprihatinkan, karena cukup tinggi jumlahnya.

“Kita kalah rendah dibandingka dengan daerah lain seperti Kabupaten Batang, Kabupaten Semarang, apalagi Kota Semarang. Tentu ini sebagai evaluasi kita,” ujarnya.

Wabup berharap kepada semua stakeholder dari tingkat dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten untuk dapat bekerja secara maksimal.

Apalagi anggaran di tahun 2023 yang disediakan menurutnya sudah cukup besar. Wabup juga membandingkan, daerah lain bisa menurunkan angka stunting, padahal anggarannya cukup rendah. Sehingga ini menjadi pekerjaan rumah, yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

“Sebenarnya secara kasat mata, penanganan stunting cukup mudah dan murah. Karena makanan bergizi itu bukan mahal. Ada kacang hijau, ada jagung dan juga susu. Di Kendal semua itu tersedia,” ungkap Wabup.

Dipaparkan, program kegiatan tahun 2022, support perangkat daerah terhadap program kegiatan penangangan stunting pada tahun 2022. Yang pertama ada 29 sub kegiatan dengan pagu anggaran sebesar Rp 20,4 miliar yang bersumber dari APBD.

‘Sedangkan yang kedua, ada empat sub kegiatan dengan menggunakan pagu anggaran sebesar Rp 6,8 miliar yang bersumber dari APBN,” papar Wabup.

Sementara itu, di tempat yang sama Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Parno, menambahkan, di tahun 2022 ini akan mengadakan alat ukur bayi di 1.400 posyandu, yang ada di Kabupaten Kendal.

“Selain alat ukur bayi, kita juga ada pemberian makanan tambahan di semua posyandu. Juga kepada anak-anak dan remaja, sebagai tambahan makanan,” bebernya.

Parno juga mengajak semua bergerak, dari tingkat desa/dusun, kecamatan hingga kabupaten untuk percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kendal.

“Kita akan menggerakkan seluruh sektor, dari profesi apapun. Baik itu puskesmas, tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan, untuk bersama-sama mempercepat penurunan angka stunting,” ungkap Ketua DPD KNPI Kendal tersebut.

Terkait dengan data kenaikan angka stunting, Plt Kadinkes Kabupaten Kendal tersebut menjelaskan, kenaikan terjadi pada tahun 2021 hingga 2022. Pada tahun 2021 masih terjadi Pandemi, sedangkan untuk pendataan lebih banyak di tahun 2022.

Pada kesempatan tersebut juga disebutkan, untuk angka tertinggi penderita stunting, yakni di Kecamatan Sukorejo, Pageruyung, Patean dan Plantungan.

“Jadi peningkatannya bukan secara signifikan, tapi dari data yang kita sampling. Lha di bulan Februari 2022 ini, terdata ada 13,3 persen jumlah penderita Stunting,” jelas Parno. (HS-06).

Mulai Temukan Titik Terang, Polisi Jelaskan Identifikasi Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang

Bertemu Ramos-Horta, Presiden RI Jokowi Berharap rute bus Kupang-Dili segera terealisasi