Penuhi Protokol Kesehatan, Ganjar Pranowo Puji Tempat Pengungsian di Kabupaten Magelang

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyapa anak-anak, di lokasi pengungsian warga terdampak erupsi Merapi, di Balai Desa Deyangan Mertoyudan, Jumat (6/11). (Foto : dok)

 

HALO MAGELANG– Gubernur Ganjar Pranowo memuji tempat pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Merapi di Balai Desa Deyangan Mertoyudan. Selain tertata dengan baik, pengungsian tersebut juga sudah memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19.

Ketika berkunjung ke tempat itu, Jumat (6/11), Ganjar menyebut Kabupaten Magelang, merupakan wilayah terbaik dalam mempersiapkan tempat mengungsi.

“Kenapa saya menuju ke sini, karena ini (tempat pengungsian di Kabupaten Magelang) The Best. Sampai hari ini belum pernah ada yang membuat seperti ini. Kalau ini bisa dijadikan contoh maka sangat keren,” kata Ganjar, Jumat (6/11).

Ganjar berpesan agar warga lainnya yang masih berada pada KRB III tetap tenang, sambil menunggu aba-aba dari petugas di lapangan atau pun dinas terkait kapan harus segera mengungsi.

“Kalau memang kondisinya ini masih terkendali tidak apa-apa. Saya melihat tadi yang di daerah Boyolali oke saja tidak ada masalah. Selain itu Klaten yang berada di desa terakhir juga semua sudah paham betul. Dia tinggal menunggu diperintahkan mengungsi kapan maka saya akan berangkat,” paparnya.

Selain itu, Ganjar menyarankan apabila tempat pengungsian sudah tidak bisa menampung para pengungsi, alternatif lainnya bisa menggunakan gedung sekolah atau mendirikan tenda-tenda di lapangan.

Tempat pengungsian di wilayah Kabupaten Magelang saat ini sudah ada empat lokasi, yakni Balai Desa Deyangan, Banyurojo, Mertoyudan, dan Tamanagung.

Tempat pengungsian di semua lokasi itu, sudah memenuhi standar protokol kesehatan. Mulai dari uji rapid tes, penanganan sigap apabila ada pengungsi yang reaktif, didirikannya sekat pembatas bagi tiap-tiap keluarga, serta pasokan logistik yang cukup memadai.

“Karena para pengungsi ini ada yang kelompok rentan, maka harus dijaga jangan sampai tertular Covid-19,” pesan Ganjar.

Resmi Jadi Bencana

Hari ini, Bupati Magelang Zaenal Arifin sudah menandatangani surat pernyataan bencana. Pemerintah bersama jajaran Forkopimda baik TNI, Polri, serta dinas terkait lainnya telah turun ke lapangan untuk mempersiapkan semua kebutuhan para pengungsi.

“Tentunya kami Pemerintah Kabupaten Magelang akan melindungi para warga, khususnya yang berada di KRB III agar bisa mengungsi dan memberikan fasilitas dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Namun demikian, semoga saja bencana ini tidak terjadi. Seandainya pun terjadi maka kami juga sudah melakukan berbagai persiapan sebelumnya,” tandas Zaenal. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.