in

Pentinya Memperhatikan Kemasan Pada Produk UMKM

Salah satu produk makanan hasil produksi UMKM di Jateng.

 

HALO SEMARANG – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat ada sebanyak 4,6 juta pelaku UMKM di wilayah Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, hampir 72 persennya merupakan sektor makanan.

Kepala Bidang Bina Usaha dan Pemasaran Dinas Koperasi UMKM Provinsi Jateng, Julie Emmy Lia mengungkapkan, mayoritas produk dari UMKM sektor makanan di Jateng tidak memperdulikan bentuk kemasan. Menurutnya, hal itu akan mempengaruhi baik penjualan dan kualitas produk.

“Fokus kami terhadap pelaku UMKM makanan yang tidak memperhatikan pada kemasannya. Masa iya zaman sekarang cuma distaples terus ditempel stiker saja, itu kan tidak menarik dan juga tidak higienis,” ungkap Emmy kepada halosemarang.id, Sabtu (10/7/2021).

Emmy menuturkan, pada era sekarang ini, kemasan menjadi faktor penting dalam hal pemasaran. Di sisi lain kualitas produk adalah hal utama.

“Strategi pemasaran adalah untuk menarik konsumen, salah satu caranya yaitu bentuk kemasannya harus bagus. Paling tidak dilirik orang dulu, tapi kualitasnya juga diutamakan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, beberapa langkah dalam mempercantik kemasan yang harus dipahami oleh pelaku UMKM pada sektor makanan. Mulai dari bahan yang digunakan, hingga pencantuman informasi produk itu sendiri.

“Pertama pelaku UMKM harus tahu fungsi kemasan yang sebagai identitas produk. Kemudian untuk melindungi produk itu sendiri. Serta menyajikan informasi, seperti komposisi, bersertifikat halal, perizinannya, dan batas kadaluarsa,” jelasnya.

Dalam hal ini, pihaknya tidak hanya memberikan pengetahuan sebatas teori. Bimbingan secara teknis (bimtek) ihwal kemasan telah dilakukan sejak tahun 2020.

Terdapat 300 pelaku UMKM sektor makanan selama tahun lalu telah mengikuti bimtek yang terbagi dalam empat angkatan, masing-masing sebanyak 50 orang.

Sementara, pada tahun ini, sudah terdapat empat angkatan, namun karena menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19, jumlah tiap angkatan menjadi 25 orang.

“Bimtek packaging pada tahun 2020 sudah berjalan enam angkatan masing-masing ada 50 orang. Lalu ada lagi mulai akhir tahun 2020 sampai sekarang, jumlahnya diminimalisir hanya 25 per angkatan dan sudah berjalan empat kali. Ke depannya juga ada empat kali bimbingan teknis kepada produk UMKM dari pondok pesantren,” paparnya.

Dari hasil bimtek tersebut, pihaknya mengklaim pelaku UMKM sektor makanan dapat memperkenalkan produk pada pasar yang lebih luas. Bahkan, sebagian di antaranya telah sukses menjebol pangsa ekspor.

“Dari hasil bimtek ini banyak yang kewalahan memenuhi pesanan,” tutupnya.(HS)

Share This

Vaksinasi Usia Minimal 12 Tahun di Kendal Terus Digencarkan

Bhabinkamtibmas Polsek Tawangsari Bantu Pemakaman Jenazah Pasien Corona