in

Penjualan Sapi Kurban Di Kendal Cenderung Meningkat

Tempat penjualan sekaligus peternakan milik Anang di Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Kendal.

 

HALO KENDAL – Para penjual sapi kurban di Kabupaten Kendal mengaku tak berimbas negatif akan adanya pandemi maupun kebijakan PPKM Darurat. Bahkan beberapa pedagang mengatakan, pandemi tidak berpengaruh banyak minat masyarakat untuk berkurban di Idul Adha 1442 H.

Pasalnya bila dibandingkan tahun lalu yang menurun hingga 20%, penjualan sapi tahun ini sudah normal.

Menurut pengakuan salah seorang penjual hewan kurban jenis sapi, Anang Suharmadi, warga Tanjungmojo Kangkung, Kabupaten Kendal, Hari Raya Idul Adha tahun 2021 ini, membawa berkah bagi dirinya.

“Di tengah pandemi, meski harga hewan kurban naik, namun penjualannya juga ikut naik. Hal ini dikarenakan tidak ada sapi impor yang masuk,” ungkapnya, Rabu (14/7/2021).

Anang yang memiliki ratusan ekor sapi mengaku, sapi-sapi miliknya sangat sehat. Hal ini dikarenakan dalam memberikan makanan rumput, ia juga selalu menambah konsentrat buatan sendiri.

“Saya juga kerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Kendal. Tiap dua bulan sekali dicek kesehatan sapi-sapi saya. Jika ada yang sakit, langsung diberi obat, termasuk pemberian obat cacing,” ungkapnya.

Anang mengatakan, untuk harga sapi per ekor, dirinya menjual dari harga Rp 20 jutaan hingga Rp 50 juta.

“Yang harga Rp 50 juta beratnya bisa mencapai 900 kilogram. Namun kalau untuk kurban, harga Rp 22 juta sampai Rp 25 juta sudah cukup,” jelas Anang.

Salah seorang pembeli hewan kurban, Samiyo Puspito, warga Brangsong mengaku baru kali ini membeli hewan kurban di tempat ini.

“Saya tertarik membeli hewan kurban di tempat ini, karena melihat cara perawatan sapi yang diperhatikan. Selain itu fisik sapinya juga lebih mantab,” ujarnya.

Karena menurut Samiyo, karena tempat ini adalah peternakan, sehingga perawatan sapi-sapi pun diperhatikan.

“Saya merasa mantab, karena sapi-sapi di sini dagingnya banyak, juga risiko mengidap cacing pita sedikit,” imbuh Samiyo.

Soal dana, lanjut Samiyo, bisa menyesuaikan, karena banyak pilihan. Menurutnya, kurban ini adalah arisan gabungan jamaah musala, maka disesuaikan harga dengan kemampuan warga.

“Saya mendapatkan harga Rp 23,5 juta per ekor sapi. Dan saya membeli empat ekor sapi,” pungkasnya.(HS)

Share This

Indonesia Terus Dorong Kesetaraan Akses Vaksin bagi Semua Negara

Gulali, Jajanan Jadul Yang Tetap Digemari Generasi Milenial