Penjualan Kondom Malaysia Meningkat 600 Persen ketika Lockdown

CEO Karex Goh Miah Kiat. (Foto: Vincent Tan / channelnewsasia.com)

 

HALO SEMARANG – Penguncian wilayah (lockdown) yang dilakukan Malaysia akibat pandemi Covid-19, tak membuat semua usaha merugi. Ada pula yang malah mendapat mendapat keuntungan besar karena produknya makin laris, walaupun dijual secara online.

Salah satu industri itu adalah kondom merek Karex. Dalam semester pertama tahun ini, produksi kondom tersebut naik tujuh kali lipat.

CEO perusahaan tersebut, Goh Miah Kiat, seperti dilansir CNA News, mengatakan ketika lockdown diberlakukan, penjualan secara ritel di toko fisik memang mengalami penurunan. Namun penjualan di toko online justru bisa meningkat.

Menurut dia, peningkatan tersebut karena pada masa penguncian, banyak orang tak bisa melakukan aktivitas apapun di luar rumah. Mereka lebih banyak menggunakan waktunya untuk beraktivitas di rumah, terutama di kamar tidur.

“Lebih banyak orang terlibat dalam aktivitas kamar tidur, karena tidak ada lagi yang bisa dilakukan dan Anda tidak keluar. Dan saya rasa saat ini mereka – terutama pasangan muda – juga sedang tidak ingin punya bayi karena kondisi yang serba tidak jelas,” kata Goh kepada CNA.

Didirikan pada 1988, Karex yang berbasis di Port Klang, Selangor, Malaysia disebut sebagai produsen kondom terbesar di dunia. Perusahaan ini mampu memproduksi lebih dari lima miliar kondom pertahun.

Dari seluruh produknya, 50 persen nya digunakan untuk memenuhi kontrak dengan pemerintah setempat, untuk program kesehatan reproduksi.
Sebelumnya pandemi, penjualan secara online untuk produk ini nyaris tidak bergerak. Saluran tersebut seakan-akan hanya untuk menunjukkan eksistensi mereka tersebut. Tetapi kemudian penjualan secara online melonjak 700 persen.

“Kami mulai melihat tren yang bergerak dari offline ke online, ”kata Goh. Ini adalah perubahan besar bagi kami, tetapi mereka masih jauh dari ritel tradisional,” katanya.

Lanjut dia, pandemi Covid -19 dan penutupan perbatasan telah mengganggu industri manufaktur di seluruh dunia. Produsen kondom pun tidak luput kena dampaknya.

Hal ini terutama terjadi di negara-negara produsen utama, seperti Malaysia dan Thailand, China, dan India, yang sebagian besar memproduksi kontrasepsi untuk pasar domestik mereka.

Awal tahun ini, Karex telah memenuhi permintaan produksi dari China ketika negara itu dikunci.
Ketika Malaysia mengalami penguncian, tiga pabrik Karex, yaitu satu di Port Klang dan dua lainnya di Johor juga harus ditutup selama 10 hari.

Selama periode itu, Karex juga kesulitan untuk mendatangkan bahan baku, seperti lateks cair dari Thailand selatan, hingga izin khusus pemasoknya disetujui.

Industri pencetakan kemasan kondom pun harus tetap tutup, karena dianggap bukan layanan esensial.

Ketika penguncian diperlonggar, pabrik Karex hanya bisa berjalan dengan setengah kapasitas pada April. Tetapi pembukaan itu juga berarti industri itu juga harus bekerja keras untuk memenuhi pesanan yang telah menumpuk. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.