in

Penjualan Hewan Kurban di Boyolali Turun

Suasana pasar hewan di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali. Kamis (15/7). (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Peningkatan hewan kurban di Pasar Hewan Jelok, pada tahun ini hanya 20 persen, tidak seperti tahun lalu yang bisa mencapai 25 persen. Jika pada hari biasa, hewan ternak yang ada di pasar hewan Jelok hanya sekitar 800 ekor, maka kini menjelang hari raya Iduladha meningkat hingga 1.000 ekor.

Hal itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Hewan Suroso, berkaitan dengan penjualam hewan kurban tahun ini di Kota Susu. Menurut dia, penurunan ini merupakan dampak dari penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Ini pengaruh dari PPKM, ya mungkin agak sedikit terasa. Karena banyak penyekatan dan juga untuk ke luar kota, khususnya ke Jakarta, Bandung, ada beberapa yang dibatalkan,” kata dia, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Selain itu menurut Suroso, ada beberapa pedagang hewan kurban yang terpapar Covid-19, sehingga harus melaksanakan isolasi mandiri.

Disinggung mengenai penerapan protokol kesehatan di pasar hewan tersebut, dia mengaku kesulitan untuk mengatur para pedagang dan pembeli menjaga jarak. Hal tersebut, karena lahan yang digunakan masih terkonsentrasi di satu lokasi. Sebagian lahan di tempat itu, masih digunakan untuk pembangunan perluasan area pasar.

“Sehingga untuk jaga jarak memang agak sulit. Namun untuk pemakaian masker, kami selalu mengingatkan,” kata Suroso.

Sementara itu, salah satu pedagang hewan kurban yang ditemui di lokasi, Taufik Ismail mengaku penjualannya berkurang drastis dengan adanya PPKM ini.

“Untuk penjualan kami sangat drastis turunnya, bisa hampir 50 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah ini sekitar 100 ekor, kalau tahun kemarin bisa 250 sampai 300 ekor,” kata dia.

Taufik adalah salah satu pedagang hewan kurban yang biasa berjualan hingga Bandung, Jakarta dan Banten ini mengalami pembatalan pesanan hewan kurban..

“Saya khususnya sapi yang gede-gede untuk para pejabat khususnya banyak yang dibatalkan akibat pengaruh PPKM ini,” katanya. (HS-08)

Share This

Ajakan Tak Mengakses Informasi Covid-19 Bisa Menyesatkan

Bersinergi Perkuat Fasilitas Kesehatan