Penjual Makanan untuk Berbuka Bisa Raup Pendapatan Ratusan Ribu tiap Sore

Penjual makanan siap saji yang muncul setiap Ramadan di Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Bulan Ramadan 1442 Hijriah, ternyata membawa berkah bagi para penjual makanan siap saji dan minuman segar, di sejumlah tempat di Kabupaten Blora. Pendapatan mereka ternyata bisa mencapai ratusan ribu rupiah setiap hari.

Penjual yang muncul setiap Ramadan itu, sebagian berjualan di sejumlah tempat strategis, seperti di seputar Alun-Alun Blora, halaman pasar Blora, dan di tepi jalan protokol yang biasa dilalui warga untuk ngabuburit.

Aneka makanan, seperti sayur, lauk, pepes, sate ayam, telur rebus, kolak serta gorengan, yang mulai dijajakan pada pukul 13.00 WIB, biasanya sudah laku terjual menjelang buka puasa.

“Alhamdulilah, meski masih dalam suasana pandemi, kedatangan Ramadan 1442 Hijriah mendatangkan berkah,” kata Suprianto, salah seorang penjual makanan siap saji, di rumahnya Desa Kamolan, Kecamatan Blora, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Dia mengaku mulai buka dasar pukul 13.00 WIB di depan rumahnya. Makanan siap saji yang dijual, adalah olahan baru, bahkan di antaranya masih panas.

“Saya sediakan makanan siap saji dengan harga terjangkau. Yang cepat habis biasanya makanan goreng seperti tempe, tahu, dan pia-pia. Soalnya orang biasanya beli lebih dari satu buah,” tambahnya.

Dia menyebut, pendapatan dari hasil penjualan makanan siap saji selama Ramadan 1442 Hijriah, rata-rata Rp 500 ribu per hari.

“Untuk pendapatan per hari tergantung pembeli juga. Tapi rata-rata Rp 500 ribu per hari. Saya memang membatasi jumlah makanan siap saji yang dijual. Saya kira-kira supaya tidak ada makanan yang tersisa tidak laku terjual,” jelasnya.

Harga makanan siap saji bervariatif, untuk makan goreng seperti tempe, tahu dan pia-pia Rp 500 per buah. Sedangkan sayur seperti bayam, kacang, lodeh antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per bungkus.

Kemudian lauk seperti daging ayam, ikan, sate ayam, pepes, telur ayam atau puyuh dan botok, dijual dengan harga Rp 2.000 hingga Rp 18.000 per bungkus.

“Ini berkah Ramadan dan hikmah di masa pandemi,” kata dia.

Hal senada diungkapkan oleh Munaji, penjual makanan siapa saji, asal desa Buluroto Kecamatan Banjarejo.

Dia mulai menjajakan makanan siap saji di selatan Alun-Alun Blora sekitar pukul 15.00 WIB.

”Ini untuk tambahan penghasilan keluarga, ada pepes ikan, botok dan sayur. Meski tidak banyak, namun tiap hari laku terjual. Pendapatan sekitar Rp 250.000 per sore hari. Protokol kesehatan tetap saya patuhi,” kata dia.

Sementara itu, Tya, salah seorang aparat sipil negara di Blora, mengaku memilih membeli sayur dan lauk, karena lebih efesien dan praktis.

“Kadang saya tidak sempat memasak. Jadi lebih praktis kalau beli sayur dan lauk yang sudah matang. Harganya juga cukup terjangkau. Kalau nasinya masak sendiri,” ucap dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.