Penjahit Pakaian Kebanjiran Order Masker Untuk Sourvernir Pernikahan

Para pekerja menjahit masker di konveksi milik Siti Mahmudah di Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong, Kendal.

 

HALO KENDAL – Pandemi Covid-19 sekarang ini, ternyata memberikan berkah tersendiri bagi pelaku usaha konveksi atau penjahit pakaian di Kabupaten Kendal. Salah satunya dialami oleh Siti Mahmudah, pengusaha konveksi di Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong, Kendal.

Dirinya mengaku memperoleh banyak orderan pembuatan masker untuk kebutuhan souvenir pernikahan. Bahkan dirinya mengaku kewalahan untuk mengerjakan pesanan.

“Pesanan sangat banyak, mencapai 5.000 masker perminggu. Padahal kemampuan pembuatan kami sekitar 1.000 masker perminggu,” kata Siti Mahmudah, Kamis (29/10/2020).

Diakuinya, awal muncul pandemi Covid-19, orderan yang diterimanya berangsur-angsur mengalami penurunan.

“Terutama orderan dari luar daerah turun drastis. Mambuat kami kelimpungan karena harus membayar karyawan,” kata Siti Mahmudah.

Dia pun mengaku, satu bulan pasca-pandemi beberapa karyawan terpaksa diliburkan sementara, lantaran orderan jahit yang terus menurun.

“Saya liburkan terlebih dahulu karena waktu itu orderan memang turun drastis,” ujarnya.

Dikatakan, biasanya dari Pekalongan ada orderan sampai 1.000 jahitan dalam seminggu. Tapi karena pandemi jadi berhenti sementara.

Usaha konveksi yang telah berjalan selama 7 tahun tersebut, ada 6 karyawan yang membantu dirinya.

“Karena saya lebih fokus ke produksi. Yakni buat kaos, kemeja, jaket, piama dan training, jadi sangat terdampak pandemi,” terangnya.

Sementara dari kondisi yang tengah dialami, Mahmudah saat ini telah mengalihkan konveksinya untuk fokus membuat masker kain.

“Hingga saat ini orderan masker masih terus berjalan, dan beberapa pesanan mulai datang. Hal itu karena anjuran pemerintah kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan wajib menggunakan masker,” ungkapnya.

Mahmudah juga menambahkan, untuk mempertahankan konveksi dirinya juga menjual secara online masker yang telah diproduksi.

Terkait pesanan masker tidak hanya bagi komunitas, kantor dan pedagang, justru pesanan masker sebagai souvenir pernikahan sedang mengalami peningkatan.

“Yang sedang laku untuk masker pernikahan memiliki motiv bernuansa batik,” imbuhnya.

Alhasil dari inovasi dan promosi yang dilakukan, konveksi Siti Mahmudah telah berhasil memproduksi makser kain lebih dari 1.000 pcs/minggu.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.