in

Pengusaha Tuding Pembangunan Tol Tak Berpihak ke Pelaku Bisnis

Pembangunan Tol Semarang-Batang yang melewati Kecamatan Ngaliyan Semarang.

 

HALO SEMARANG – Tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak sampai Pasuruan saat ini telah difungsionalkan. Jalur tol yang digadang mampu memperlancar arus logistik ini, justru belum dirasakan manfaatnya oleh para pengusaha logistik dan ekspedisi.

Besaran tarif tol Trans Jawa yang dirilis oleh PT Jasa Marga (Persero) TBK dinilai belum berpihak pada pengusaha logistik.

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno menyebutkan, tol yang menghubungkan antarwilayah ini malah menambah biaya logistik.

“Infastruktur ini untuk siapa, kalau untuk rakyat, mengapa tarifnya sangat mahal. Tarif mahal sangat merugikan,” kata Tony Winarno, Rabu (9/1).

Dia menyebut, untuk biaya antarlogistik dari Semarang ke Surabaya melewati Tol Trans Jawa, harus mengeluarkan biaya Rp 259 ribu untuk sekali jalan. Sementara ongkos solar Rp 200 ribu sekali jalan.
Ongkos itu, lanjut Tony, jika dihitung biaya pulang dan pergi mencapai Rp 518 ribu plus dengan biaya bahan bakar Rp 400 ribu.

“Biaya logistik malah makin meningkat, harusnya bisa memangkas biaya, ini malah menambah biaya. Dari segi bisnis tentu tidak menguntungkan bagi pengusaha logistik,” tutur Tony.

Selama ini, kata Tony, barang-barang logistik yang paling banyak dikirim oleh anggota Aperindo mayoritas barang UMKM dari Solo, Semarang, maupun Yogyakarta dengan tujuan berbagai kota termasuk luar Jawa Tengah.

“Tarif tol mahal akan berimbas pada usaha kecil yang dikirim dari pengarajin. Bagi kami tol hanya jalur alternatif saja, kami lebih memilih jalur di luar tol meski harus memutar,” paparnya.

Sementara, Nugroho Arif dari Asosiasi Pengusaha Truk Indoneisa (Aptrindo) Jawa Tengah merasakan hal yang sama. Tol Trans Jawa belum berpihak pada pengusaha truk.

“Infrastruktur tol Trans Jawa belum berpihak pada truk, rest area khusus truk minim. Repot jika ada ban pecah atau mesin rusak,” kata Nugroho, saat dikonfirmasi, Rabu (9/1/2019).

Karenanya, Nugroho mengaku armada truknya cenderung memilih lewat jalur Pantura. Selain sepi karena kendaraan pribadi yang lebih memilih masuk tol, juga banyak bengkel dan tambal ban sepanjang Pantura.

Baik Tony dan Nugroho berharap biaya tarif tol dan infrastruktur Tol Trans Jawa bisa dikaji ulang dan berpihak kepada pengusaha maupun rakyat.

“Tol Trans Jawa saat ini efektif bagi kendaraan pribadi saja,” tukas Nugroho.

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, telah resmi merilis beserta tarif tol Trans Jawa. Ada 20 ruas jalan tol yang mengelilingi Pulau Jawa yang mana dioperasikan oleh beberapa Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Untuk kendaraan golongan I, yang melewati ruas tol Jakarta-Cikampek-Semarang, dikenakan tarif sebesar Rp 226.000. Dari Merak menuju Semarang melewati ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR)-Jakarta-Cikampek-Semarang dikenakan tarif Rp 289.000.

Selanjutnya, dari Jakarta menuju Surabaya menyusuri ruas tol Jakarta-Cikampek-Surabaya dikenakan tarif tol sebesar Rp 483.000. Sedangkan dari Merak ke Surabaya lewat ruas tol JORR-Jakarta-Cikampek-Surabaya dikenakan tarif seharga Rp 546.000.(HS)

Warga Tuntut Dibuatkan Jalan Keluar Masuk Tol Semarang-Batang

Bangun Makam Tokoh Agama, Pemkot Semarang Maksimalkan Potensi Tempat Wisata Religi