in

Pengusaha Buddha Bangun Masjid Rahmatan Lil Alamin di Ambaipua Konawe Selatan

Masjid Rahmatan Lil Alamin di Ambaipua, Sultra. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kerukunan antarumat beragama, ditunjukkan seorang pengusaha dan juga tokoh Agama Buddha, Alexander Tanjaya, dengan membangunkan masjid di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Alexander Tanjaya mengaku dirinya membangun masjid, yang kemudian diberi nama Rahmatan Lil Alamin itu, karena panggilan hati nurani.

“Saya merasa tergugah dan terpanggil, ketika melihat beberapa warga masyarakat setempat yang akan menunaikan ibadah salat Magrib, berjalan kaki kurang lebih satu sampai dua kilometer ke desa tetangga, dengan membawa kitab suci Al-Qur’an, sajadah, serta tasbih,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id, pada Sabtu (8/4/2023).

Dia pun kemudian berunding dengan Kepala Desa Ambaipua dan warga setempat, untuk membantu pembuatan masjid, dengan waktu pembuatan lebih kurang 1 tahun,” sambungnya.

Menurutnya, keberadaan masjid semakin memudahkan warga muslim untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Kota ini, khususnya di Sulawesi Tenggara, merupakan kota yang majemuk. Nilai-nilai toleransi terus meningkat di daerah ini. Tingkat kerukunannya semakin tinggi,” kata Alexander Tanjaya.

Hidup ini, lanjut Alexander Tanjaya, harus berbagi dengan sesama, tanpa membedakan suku, ras, agama ataupun antar golongan.

Dengan dibangunnya masjid ini, dia berharap bisa membangkitkan kepedulian dan ketakwaan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hal senada disampaikan Pembimas Buddha, Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara Gino.

Dia menyampaikan apresiasi kepada Alexander Tanjaya, dan juga masyarakat Konawe Selatan, atas kerja samanya selama ini. Pembangunan masjid itu sendiri sudah terlaksana pada 2019.

“Kami sebagai Pembimas sangat bangga. Apalagi, pada 2022 Bapak Alexander Tanjaya telah mendapatkan Piagam Penghargaan atas dedikasinya sebagai Tokoh Pelopor Moderasi Beragama di Provinsi Sulawesi Tenggara yang diserahkan Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang Kemenag RI, didampingi oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara,” ungkap Pembimas.

Gino berharap ini menjadi motivasi buat semua pihak untuk selalu berbuat baik kepada siapapun tanpa memandang suku, ras dan agama.

Semua dilakukan atas dasar kasih dan penuh rasa kemanusiaan.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Jadi hidup ini benar benar bermanfaat dan berarti bagi orang lain,” tandasnya​​​​​​​​​​​​​​. (HS-08)

Polisi Selidiki Temuan Ribuan KIP Dijual ke Rongsokan di Banten

Kemenag Latih Penyuluh Agama Dukung Rintisan 1.000 Kampung Moderasi