Pengungsi Di Banyurojo Dites Cepat

Para pengungsi di Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang, menjalani rapid test, guna mencegah penyebaran Covid 19. (Foto: Situs Pemkab Magelang)

 

HALO MAGELANG – Upaya cepat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat pengungsian, di Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang, dilakukan Puskesmas setempat dengan melakukan rapid test.

“Semua pengungsi wajib melakukan rapid test untuk memberikan rasa aman bagi pengungsi itu, petugas yang menangani, dan warga sekitar,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Jumat (6/11).

Nanda mengatakan kondisi pengungsian saat ini, berbeda dengan letusan Merapi tahun-tahun sebelumnya. Saat ini semua orang sedang menghadapi ancaman Covid-19, sehingga protokol kesehatan harus diutamakan.

“Semua harus kita pastikan kesehatannya, jangan sampai muncul klaster baru,” ujarnya.

Dia menegaskan jika ada pengungsi yang reaktif ketika dites cepat, maka dia akan segera diisolasi di rumah sakit Merah Putih di Mertoyudan.

“Kita berikan pelayanan semaksimal mungkin, untuk para pengungsi,” ucapnya.

Di Desa Banyurojo Mertoyudan, ada enam petugas dari Puskesmas Mertoyudan yang melakukan rapid tes terhadap ratusan pengungsi.

Tes dilaksanakan di TK Pertiwi 3, yang difungsikan sebagai tempat pelayanan kesehatan. Sekolah Taman Kanak-Kanak ini, satu kompleks dengan kantor Pemerintah Desa Banyurojo.

Rapid test dilakukan bergantian agar tidak terjadi kerumunan. Mereka dipanggil setiap 10 orang begitu seterusnya.

 

Di Desa Banyurojo terdapat 120 pengungsi yang terdiri dari lansia, wanita, anak-anak dan ibu hamil/menyusui. Mereka merupakan warga dari KRB III di desa Babadan I Kecamatan Dukun yang hanya berjarak 4,5 km dari puncak Gunung Merapi. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.