Pengunaan GE-Nose Akan Diperluas

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)

 

HALO SEMARANG – Pengunaan alat deteksi Covid-19 berbasis embusan nafas, Ge-Nose akan diperluas pada seluruh moda transportasi, sebagai alternatif skrining kesehatan pelaku perjalanan orang dalam negeri, dalam masa pandemi Covid-19.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, pada 26 Maret ini, dan berlaku mulai 1 April 2021.

Pengunaan alat deteksi tersebut, beserta upaya-upaya lain, menurut Doni adalah untuk mengatur agar perjalanan orang dalam negeri, justru tidak menimbulkan penyebaran Covid-19. Selain itu juga untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Seperti diketahui, Covid-19 berpotensi meningkat, melalui mobilitas manusia atau perjalanan orang.

“Penggunaan alat deteksi dini Covid-19 berbasis embusan napas hasil produksi dalam negeri, yaitu GeNose C19, akan diperluas pada seluruh moda transportasi, sebagai alternatif skrining kesehatan pelaku perjalanan orang dalam negeri, dalam masa pandemi Covid-19,” sebut SE tersebut, seperti dirilis Setkab.go.id.

Doni menekankan bahwa penerbitan surat edaran tersebut adalah untuk memperpanjang masa berlaku penerapan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan orang di dalam negeri dalam masa pandemi Covid-19.

“Perjalanan orang dalam negeri adalah pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lainnya berdasarkan batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota dengan menggunakan moda transportasi pribadi maupun umum baik melalui jalur darat (jalan), perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara,” dijelaskan dalam SE.

Lebih lanjut dia menyebutkan, tujuan diterbitkannya SE adalah untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan dalam kebiasaan baru bagi terciptanya kehidupan yang produktif dan aman Covid-19; mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19; dan melakukan pembatasan pelaku perjalanan pengguna moda transportasi udara, laut, kereta api, dan darat.

“Ruang lingkup Surat Edaran ini adalah protokol kesehatan terhadap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang menggunakan seluruh moda transportasi untuk seluruh wilayah Indonesia,” tegas Doni dalam SE.

Adapun ketentuan protokol kesehatan yang tertuang dalam SE tersebut, umumnya masih sama dengan ketentuan sebelumnya, termasuk mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Selain itu juga ketentuan tentang skrining, berupa tes PCR, antigen, atau penggunaan Ge-Nose pada moda transportasi udara, laut, dan kereta api. Adapun untuk pengguna kendaraan pribadi, akan dilakukan tes secara acak, antara lain di rest area.

Ditekankan pula bahwa pelaku pemalsuan surat keterangan hasil tes RT-PCR / rapid test antigen / tes GeNose C19 yang digunakan sebagai persyaratan perjalanan orang, akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan.

“Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 1 April 2021 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian sesuai dengan kebutuhan, dan atau dengan perkembangan terakhir di lapangan,” kata Doni Monardo dalam edarannya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.