in

Penguatan UMKM Untuk Bertahan Di Masa Krisis Akibat Pandemi

Ketua IJTI Jateng, Dr Teguh Hadi Prayitno berbicara dalam siskusi dengan tema “Peningkatan Ketahanan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal” yang digelar di Kantor Kesbangpol Provinsi Jateng, belum lama ini.

 

HALO SEMARANG – Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai lebih tahan menghadapi gempuran dampak dari pandemi Covid-19. UMKM banyak yang bisa bertahan, di saat sektor usaha dan industri terpuruk akibat pandemi.

Demikian terungkap dalam Diskusi dengan tema “Peningkatan Ketahanan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal” yang digelar di Kantor Kesbangpol Provinsi Jateng, belum lama ini.

Kegiatan tersebut digelar oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jateng yang menghadirkan sejumlah nara sumber, yaitu Kepala Kesbangpol Provinsi Jateng Haerudin, Ketua IJTI Jateng, Dr Teguh Hadi Prayitno, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undip, Prof Suharnomo dan pelaku UMKM, Yanti M Sakoer.

Menurut Haerudin, kekuatan UMKM dalam menghadapi masa krisis telah teruji pada masa 1998 di masa krisis ekonomi. Saat itu sektor UMKM masih bertahan.

“Sektor UMKM yang digerakkan oleh usaha kecil masih mampu tetap eksis meski di tengah situasi serba sulit,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, beberapa tahun terakhir ini tidak sedikit sektor UMKM mampu menembus pasar ekspor.
“UMKM itu adalah yang bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tuturnya.

Sementara, Ketua IJTI Jateng, Dr Teguh Hadi Prayitno menyoroti terkait pentingnya media massa dan media sosial sebagai sarana promosi bagi UMKM.

“Media massa menjadi satu barometer. Di media massa masih ada integritas. Lebih baik lagi jika media sosial dan media massa bersinergi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof Suharnomo menuturkan, rasa optimisme harus terus dimiliki bagi kalangan pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19. Karena, faktor tersebut merupakan salah satu pendongkrak ekonomi.

“Optimisme harus dimiliki semua kalangan untuk mendongkrak ekonomi,” tuturnya.

Selain itu, tutur Suharnomo, para pelaku usaha harus memiliki kreativitas dan inovasi dalam memproduksi dan pemasaran produk.

“Caranya untuk bisa tetap bertahan di tengah pandemi adalah memiliki kreativitas dan inovasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, menurutnya, sektor UMKM harus mengikuti perkembangan zaman.

“Pendekatan digital seiring perkembangan zaman harus dilakukan sehingga bakal mampu memberikan dampak signifikan,” tuturnya.

Pelaku UMKM Semarang, Yanti M Sakoer menyebut untuk menjadi pengusaha, permasalahan yang dihadapi adalah pengelolaan sumberdaya manusia (SDM).

Permasalahan kedua, adalah mendapatkan bahan baku yang berkualitas dan kuantitas cukup. Selanjutnya adalah pemasaran dan promosi.

“Tak hanya itu, modal usaha juga menjadi persoalan para pelaku UMKM,” tuturnya.(HS)

Jelang Pelaksanaan PPDB, Yoyok Sukawi Minta Pemerintah Siapkan Secara Maksimal

Polda Metro Jaya : 380 Pemudik yang Kembali ke Jakarta Positif Covid-19