Penguatan Organisasi Karang Taruna Tingkat Desa/Kelurahan Perlu Ditingkatkan

Penyuluh UPTD Puskesmas Kendal I foto bersama Ketua dan Pengurus Karang Taruna, serta Pemuda Kelurahan Tunggulrejo usai acara Penyuluhan Kesehatan, Rabu (11/11/2020).

 

HALO KENDAL – Permensos 25 tahun 2019 tentang Karang Taruna menyebutkan, bahwa Karang Taruna adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sebagai wadah generasi muda.

Tujuannya untuk mengembangkan diri, tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran serta tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk generasi muda, yang berorientasi pada tercapainya kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando dalam sambutannya di sela-sela sosialisasi Kesehatan bersama Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Puskesmas Kendal, di Aula Balai Kelurahan Tunggulrejo, Kecamatan Kendal, Rabu (11/11/2020).

Di hadapan puluhan pemuda di Kelurahan Tunggulrejo, pria yang biasa disapa Febi tersebut mengajak para pemuda, untuk memiliki kesadaran sosial dan bersatu demi kemajuan daerahnya.

Menurut Febi, pemberdayaan Karang Taruna adalah suatu proses pengembangan kemampuan, kesempatan, dan pemberian kewenangan kepada Karang Taruna di wilayahnya masing-masing.

“Kewenangan di antaranya, meningkatkan potensi, pencegahan dan penanganan permasalahan sosial, pengembangan nilai-nilai kepeloporan melalui pemanfaatan sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya sosial, dan teknologi,” jelasnya.

Menurutnya, Karang Taruna juga harus bersinergi dengan pemerintah setempat, baik itu kecamatan, desa, maupun kelurahan, untuk ikut membantu program pemerintah daerahnya.

“Bisa kita membantu program pemerintah dalam mensosialisasikan Covid-19 kepada masyarakat setempat, atau kegiatan sosial lainya, yang bermanfaat bagi masyarakat di daerah kita masing-masing,” ungkap Febi.

Senada disampaikan Ahtal Basyuni, selaku Ketua Karang Taruna Kecamatan Gemuh. Menurutnya, pemuda harus mempunyai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat di daerahnya.

“Kita tidak perlu ragu, karena sudah ada payung hukumnya. Karang Taruna sesuai dengan Permensos nomor 25 tahun 2019 berkedudukan di desa atau lelurahan di dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Sehingga menurut Ahtal, Karang Taruna merupakan sebuah organisasi sosial dalam lingkup desa atau kelurahan dan beranggotakan pemuda di lingkungan sekitar, yang ikut berperan terhadap pembangunan di wilayahnya.

Ditambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dan pengembangan desa, diperlukan adanya sinergi antara pemerintah desa dengan para pemuda melalui organisasi Karang Taruna.

“Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat membangun sebuah desa yang Iebih maju Iewat inovasi dan terobosan para pemuda,” imbuhnya.

Tak hanya itu, menurut Ahtal, jika Karang Taruna tingkat desa maupun kelurahan sudah aktif, tentu juga akan mempermudah kinerja pengurus Karang Taruna setempat.

Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Kecamatan Kangkung, Jack Ajisaka menambahkan, peran pemuda sangatlah vital dalam membangun dan mengontrol perekonomian sosial yang ada di masyarakat.

“Pemuda bisa menjadi kekuatan yang dahsyat jika benar-benar dibina dengan baik. Di samping itu, Karang Taruna juga merupakan wadah pembinaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi produktif,” tandasnya.

Oleh karena itu, Karang Taruna harus mendayagunakan semua potensi yang tersedia di lingkungan, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam, untuk memaksimalkan potensi perekonomian desa.

“Karang Taruna juga harus melaksanakan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah sosial di lingkungannya,” pungkas Jack.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.