Penggunaan Air Bersih Masih Rendah, PDAM Kebumen Diminta Gencarkan Sosialisasi

Bupati Kebumen dan jajarannya dalam pertemuan dengan Tim SPAM Regional Keburejo, terkait Pengarahan Optimalisasi Aset Negara Kepada Pimpinan Daerah. (Foto : Kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Perumda Air Minum Kebumen perlu lebih gencar memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang pentingnya penggunaan air bersih.

Penggunaan air bersih di wilayah ini masih rendah, yakni baru mencapai sekitar 60 persen. Padahal air bersih sangat penting terutama bagi kesehatan.

Hal itu disampaikan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, terkait Pengarahan Optimalisasi Aset Negara Kepada Pimpinan Daerah, beberapa waktu lalu.

- Advertisement -

‘’Ini penting, Perumda Air Minum atau PDAM Kebumen Harus bisa mengetahui bagaimana caranya agar masyarakat bisa peduli dengan penggunaan air bersih,’’ujar Bupati, seperti dirilis Kebumenkab.go.id.

Seperti diketahui, Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa sebagai BUMD milik Pemkab Kebumen terus berupaya meningkatkan cakupan layanan dengan memberikan promo dan diskon pada awal Ramadhan 1442 H.

Untuk pemasangan Sambungan Rumah PDAM dari Rp 1.750.00 menjadi Rp 995.500 (43%) dan bagi masyarakat yang tidak mampu, dapat diangsur sampai 4 kali, dengan ketentuan berada di jaringan pelayanan. Perumda Air Minum Kebumen juga melakukan inovasi. Salah satunya di tahun 2020 telah meluncurkan Program Aplikasi PDAM Tetap Miliku (Petaku).

Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan akses data seluruh pelanggan. Aplikasi tersebut digunakan untuk mengetahui secara cepat data pelanggan dengan menggunakan peta digital.

Program Petaku merupakan karya sendiri itu dibuat guna memudahkan PDAM, khususnya para pembaca meter dan bagian pemeliharaan jaringan atau penagihan.

Program Petaku merupakan inovasi ke-4 setelah program sebelumnya sukses dilaksanakan. Seperti “Mbakyu Sarinem” atau Mbayar Banyu Sakdurunge Tanggal Enem, yang bertujuan agar pelanggan PDAM membayar air tepat waktu.

Kemudian program yang berwawasan lingkungan “BMW-T.21”, kependekan dari Banyu Mancur Wite Tukul. Program tersebut bertujuan melestarikan lingkungan, utamanya menjaga sumber air.

Dengan program itu setiap pelanggan baru PDAM wajib menanam atau menyumbangkan dua pohon setinggi 1 meter. Program berikutnya adalah Bangun Komunikasi SMS Praktis (Bang Kumis). Program yang dibuat untuk mengoptimalkan komunikasi antara PDAM dengan para pelangan melalaui sms gateway.

Berdasarkan data yang ada di triwulan I akhir Maret 2021, jumlah pelanggan PDAM Kebumen sebanyak 32.681 sambungan rumah. Sedangkan kontribusi terhadap PAD pada 2019 sebesar Rp 1,6 milyar dan PAD 2020 naik menjadi Rp 1,85 milyar yang akan disetor di pertengahan tahun 2021 ini. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.