in

Penggagalan Peredaran Sabu-Sabu 8,4 Kg, Begini Modus Tersangka

Helianto Kosim, tersangka penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 8,4 kilogram ditahan polisi. (Foto : Alvian)

 

HALO SEMARANG – Polrestabes Semarang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 8,4 kilogram jaringan antar Pulau dari dalam Negeri.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, pada kasus tersebut, kepolisian berhasil mengamankan satu orang bernama Helianto Kosim warga Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Porvinsi Kalimantan Tengah.

Helianto ditangkap saat bersembunyi di kosnya di kamar kos MMT 8 Kampung Onggorawe RT 5 RW 4, Kelurahan Loireng, Kecamatan Sayung Kabupaten Demak pada Kamis (9/12/2021) sekira pukul 20.30 WIB. Saat ini, polisi sudah menetapkan pria berumur 42 tahun itu sebagai tersangka dengan mengamankan barang bukti kejahatan obat-obatan terlarang itu.

Luthfi menerangkan modus yang digunakan tersangka yaitu mengambil narkoba dari dalam mobilnya pada saat menaiki kapal Dharma Kartika VII. Selanjutnya ketika sedang bersandar di Dermaga Tanjungmas Semarang, Senin (6/12/2021), tersangka melemparkan obat-obatan terlarang itu ke dalam truk bernomor B-9776-TYU, yang tak tersangka kenal.

Setelah selesai memasukan sabu-sabu ke dalam truk, kemudian tersangka membuntuti truk tersebut, yang rencananya akan diberhentikan di jalan, dengan maksud mengambil narkotika itu.

Akan tetapi rencana tersangka itu gagal, lantaran polisi sudah menghentikan truk yang dikemudikan oleh Suprijanto tersebut, untuk kemudian diperiksa.

“Karena tidak dikenal, maka pengemudi truk lapor kepada kami, untuk dilakukan pendalaman. Setelah didalami, ternyata isinya narkoba jenis sabu-sabu,” paparnya saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Senin (13/12/2021).

“Dengan modus operandi tersangka akan mengikuti truk itu sendiri. Ini modus baru yang kita temukan,” tambahnya.

Luthfi menjelaskan, supir truk sempat takut bahwa barang yang dilemparkan itu disinyalir adalah bom. Akan tetapi setelah dilakukan pemeriksaan dengan disaksikan bersama-sama, bingkisan itu adalah kardus berisi 8 bal bersolasi coklat yang di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu-sabu dari Provinsi Kalimantan Tengah.

“Supir truk takut bahwa ada barang asing mungkin disinyalir bom. Kemudian lapor kepada anggota dan secara bersama-sama kita saksikan dan di dalamnya ada 8 kotak yang tidak tau isinya. Setelah kita bongkar kita lakukan betul bahwa barang itu adalah sabu-sabu,” paparnya.

Setelah memastikan bahwa itu adalah obat-obatan terlarang, kemudian polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa CCTV yang ada di kapal Dharma Kartika VII dan beberapa saksi mata salah satunya sopir truk.

“Kemudian oleh anggota dikembangkan kembali karena kita belum tahu tersangkanya siapa. Anggota mengikuti kapal yang kembali ke Kalimantan Tengah untuk memastikan bahwa manivest kapal itu siapa tersangka. Kemudian didapatkan H (Helianto), residivis dan dia baru keluar dapat¬† pesanan untuk mengantar barang (narkoba),” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pengungkapan ini bermula ketika polisi dari Polsek KPTE Semarang menerima laporan dari pemilik Gudang CV Putu Kalinyamat yang terletak di Jalan Mpu Tantular No.89 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara tentang adanya satu kardus mencurigakan di salah satu Truk bernomor polisi B-9776-TYU yang baru saja turun dari kapal Dharma Kartika VII.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas kepolisian langsung menuju tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan serta penyelidikan dan benar setelah diperiksa terdapat sebuah paket dalam kardus berisi 8 bal bersolasi coklat yang didalamnya terdapat narkotika jenis sabu-sabu dari Provinsi Kalimantan Tengah.

“Jaringan antarpulau, di mana jaringan itu muncul ketika mengirimkan barang didapati sejumlah 8,4 kilogram dimana kita ungkap karena pada saat pelaku membawa barang setelah standar di Pelabuhan Tanjungmas,” ucap Luthfi.

Saat ini, Polisi masih mendalami kasus tersebut apakah jaringan narkoba yang berhasil diungkap ini bekerja sama dengan jaringa narkoba yang berada di luar negeri. Sementara itu, Polisi juga sudah menyita barang bukti lain untuk dilakukan pendalaman kasus diantaranya, handphone, pakaian yang digunakan tersangka, tiket dan mobil sebagai transportasi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka diancan dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 115 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (HS)

Polrestabes Semarang Gagalkan Penyelundupan 8,4 Kilogram Narkoba Jaringan Antarpulau

Tersangka Penyelundup Nakoba di Semarang Mengaku Dapat Upah Rp 20 Juta Perkilo